Ruhut Sitompul: Jangan Sampai Pengganti Anas Pernah Jadi Tersangka Kasus Korupsi

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 27 Februari 2013, 11:17 WIB
Ruhut Sitompul: Jangan Sampai Pengganti Anas Pernah Jadi Tersangka Kasus Korupsi
RMOL.  Ketua Umum DPP Partai Demokrat pengganti Anas Urbaningrum diharapkan bisa menjadi pemersatu terhadap semua elemen yang ada di tubuh partai penguasa itu. Karena itu, diharapkan, calonnya bukan orang yang saat ini menjabat di DPP Demokrat.

"Karena sebagai pemersatu, jangan dari DPP. Karena apapun, masih ada rasa orang Marzuki, orang Anas, orang Andi Mallarangeng," ujar politikus Demokrat Ruhut Sitompul kepada Rakyat Merdeka Online (Rabu, 27/2).


Karena tidak dari DPP, dikatakan Ruhut, figur itu bisa muncul dari beragam unsur lain yang ada di Demokrat. Di Demokrat, sambung Ruhut, ada dewan pembina, dewan kehormatan, simpatisan, SBY Fans Club.

"Sayap kami juga kan banyak. Mereka semua punya kartu anggota. Bisa dong. Jangan mentang-mentang kita pengurus, syaratnya harus DPP. Itu namanya takut berperang, takut bersaing. Yang penting dari keluarga besar, tim sekoci, tim radar. Banyak keluarga besar kami," ungkapnya.

Menurut Ruhut, Ketua Umum mendatang harus siap bekerja dimanapun selama 24 jam. Karena dalam posisi saat ini, Ketua Umum harus bekerja keras, siap menyambangi kader dari Sabang sampai Merauke.

"Pendeknya (calon itu) merekatkan kita. Jadi orang-orang sekaliber Pak SBY-lah. Paling tidak, berapa grade di bawahnya. Jangan terlalu jomplang (dengan SBY)," tegasnya.

Ruhut mewanti-wanti, pengganti Anas itu bukan orang yang pernah terjerat kasus korupsi. "Apalagi orang-orang yang pernah dinyatakan korupsi, menjadi tersangka, apalagi langsung SP3. Itu kita buang ke laut aja," ungkap Ruhut tanpa merinci siapa tokoh yang dimaksud.

Jamak diketahui, Marzuki Alie pernah terjerat kasus korupsi PT Semen Baturaja. Bahkan dia dijadikan tersangka meski akhirnya Kejaksaan Agung (Kejagung) menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3). Marzuki Alie belakangan ini semakin kencang dinilai layak jadi Ketua Umum. Karena dari tiga calon di Kongres Demokrat Bandung, hanya dirinya saat ini yang tidak jadi tersangka.

Tapi di atas semua itu, masih kata Ruhut, semua nanti akan tunduk siapapun yang akan ditunjuk Ketua Majelis Tinggi Demokrat, SBY, untuk jadi ketua umum. "Itu semua tinggal formalitas. Itu semua diputuskan majelis tinggi," tandasnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA