Karena itu dia tak bisa mengomentari soal apakah betul SBY marah besar dan menggebrak meja saat Nazar, dalam pertemuan itu, mengungkapkan bahwa Edhie Baskoro Yudhoyono juga terima dana dari kas partai.
"Kan aku tidak ikut, aku tidak di dalam. Aku orang hukum. Hukum itu, harus
i witness, saksi mata. Gimana aku mengomentari. Tapi karena kau tanya aku, aku jawab Anas sudah tress," jelas Ruhut kepada
Rakyat Merdeka Online pagi ini (Rabu, 27/2).
Meski begitu, Ruhut menegaskan, Demokrat tidak akan takut kalau Anas Urbaningrum, yang membuka kembali ihwal pertemuan Cikeas itu, membongkar semua kasus yang ia ketahui.
"Bongkar, bongkar. Siapa Anas, kutu kupret. Semua aparat hukum tertawa. Dia bongkar, kapan? Dia bongkar setelah dia jadi tersangka. Sebelumnya nggak kan? Berarti dia bagian rampok dong. Saat tertangkap, mulai maling teriak maling. Kan itu aja. Sudah lah," sergah Ruhut.
Dan Ruhut mengungkapkan, kalau mau merujuk pernyataan Nazaruddin, mantan Bendahara Umum DPP Partai Demokrat itu yang paling sering mengungkapkan keterkaitan Anas.
[zul]
BERITA TERKAIT: