"Sawah yang puso tepat di titik jebol sehingga tertimbun lumpur dan pasir banjir," kata Kepala Dusun Purbakerta, Ali Fahrur, Rabu (13/2).
Ali mengatakan Sungai Wangan sudah tiga kali jebol pada musim hujan kali ini. Pertama kali terjadi pada akhir 2012 lalu. Awal Februari, di titik yang sama tanggul kembali jebol.
"Sedangkan yang sekarang jebolnya malah memanjang sehingga daya rusaknya semakin kuat," ujarnya.
Saat ini, padi di sekitar areal tanggul jebol berumur antara 80 hingga 95 hari. Sebagian besar tanaman padi tengah berbunga. Sedangkan lainnya dalam fase matang susu bulir padi.
Selain menyebabkan rendaman dan timbunan lumpur, banjir yang terjadi juga memicu robohnya tanaman karena terjangan air lumpur. Di lokasi yang lebih jauh dari titik jebol, level air tinggi menyebabkan padi roboh.
"Curah hujan dan tiupan angin kencang juga menyebabkan banyak tanaman padi yang roboh," jelasnya.
Untuk mengurangi kerugian akibat robohnya tanaman, petani terpaksa mengikat rumpun padi secara bersilang agar bisa berdiri tegak. Dengan demikian, bulir yang masih dalam tahap matang susu bisa diselamatkan sampai siap panen.
[ysa]
BERITA TERKAIT: