Mengingat, belakangan ini situasi internal Partai Demokrat semakin memanas. Karena itu, tidak tertutup kemungkinan orang memanfaatkan situasi itu untuk memperkeruh suasana.
Apalagi, sesaat setelah tiba di Tanah Air, SBY memanggil empat menteri Demokrat ke Cikeas tadi malam. Disebutkan, dalam pertemuan itu SBY sudah menemukan solusi menyelesaikan kemelut Demokrat dan akan dituntaskan pada rapat Majelis Tinggi Partai di Cikeas malam ini.
"Nah, pihak-pihak yang menginginkan pergantian Anas mungkin saja menghembuskan isu itu. Tujuannya mungkin untuk mempengaruhi Majelis Tinggi partai agar memberhentikan atau menonaktifkan Anas," ujar pengamat politik dari FISIP UIN Jakarta Saleh P Daulay (Jumat, 8/2).
Beruntung, KPK sudah memberikan kejelasan terkait status Anas. Sampai saat ini, jangankan sebagai tersangka, sebagai saksi pun tidak. Mantan Ketua Umum PB HMI itu hanya sebagai pihak yang dimintai keterangan dalam proyek Hambalang.
"Kalau tidak diperjelas KPK, secara institusional, Partai Demokrat tentu dirugikan dengan isu-isu yang ada. Secara personal, Anas juga dirugikan karena isu itu selalu dipolitisasi untuk menyudutkannya," ungkap Saleh.
Di tengah kesibukan partai-partai politik mempersiapkan pemilu, kasus ini akan sangat seksi untuk dijadikan alat menyandera Partai Demokrat. Tidak saja oleh partai-partai lain, tetapi juga oleh kader-kader di tingkat internal Demokrat. "Semakin lama kasus ini bergulir, semakin sulit pula Demokrat untuk bergerak. Padahal, pelaksanaan Pemilu tinggal 1 tahun dua bulan lagi," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: