Force Majeure, Pemilihan Presiden PKS Pengganti LHI Berbeda dengan Biasanya

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 01 Februari 2013, 13:36 WIB
<i>Force Majeure</i>, Pemilihan Presiden PKS Pengganti LHI Berbeda dengan Biasanya
rmol news logo Pemilihan Presiden PKS menggantikan Lutfhi Hasan Ishaaq yang mundur setelah dinyatakan tersangka kasus suap impor daging sapi berbeda dengan pemilihan presiden partai tersebut sebelumnya.

"Mekanisme pemilihan presiden kali ini agak berbeda dengan biasanya," jelas Ketua Fraksi PKS Hidayat Nur Wahid kepada Rakyat Merdeka Online (Jumat, 1/2).

Biasanya, pemilihan digelar dalam rapat Majelis Syuro yang dihadiri 99 anggotanya.

Namun, karena Majelis Syuro sidangnya secara reguler per enam bulan sekali, pemilihan presiden baru PKS dilakukan Badan Pekerja Majelis Syuro, yang terdiri dari Ketua Majelis Syuro, Ketua Dewan Syariah, Ketua Majelis Pertimbangan Partai, Sekjen dan Bendahara Umum DPP PKS.

Tapi, tak hanya Badan Pekerja Majelis Syuro, rapat pemilihan diperluas dengan melibatkan Ketua-Ketua DPP PKS dan anggota MPP.

"Rapat digelar menyikapi kemunduran diri Pak Luthfi, memilih siapa presiden yang baru. Itu sudah dilakukan. Agak beda memang karena sekali lagi ini kondisi force majeure. Makanya keputusan diambil diambil cepat," tandasnya.[zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA