Polisi telah melepaskan lima orang yang ditangkap di halaman kantor Menko Perekonomian di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Kamis kemarin (3/1). Kelimanya adalah bagian dari sekiatr 10 orang yang diduga polisi sebagai preman yang disewa untuk menghadapi kelompok mahasiswa yang berdemonstrasi di depan kantor Hatta Rajasa itu. Polisi melepaskan dua orang dari lima yang ditangkap itu kemarin (Jumat, 4/1). Kedua orang itu, Chairul Anwar dan Ihsan Jauhari adalah staf di kantor Menko Perekonomian. Tiga lainnya dilepaskan dinihari tadi (Sabtu, 5/1). Mereka yang dilepaskan terakhir adalah Mansur Husein, Jamaluddin Fakaubun dan Rahman Key dan merupakan pengurus Generasi Muda Nasional (GMN), salah satu organisasi sayap Partai Amanat Nasional (PAN).
"Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada ketua umum DPP PAN Kakanda Hatta Rajasa dan fungsionaris DPP PAN yang sangat respek dengan mendampingi kader-kader dalam menghadapi masalah untuk membela kewibawaan partai," ujar salah seorang ketua DPP GMN, Ade Andriansa, dalam pesan yang diterima redaksi beberapa saat lalu.
"Ini membuktikan PAN ternyata partai yang peduli dan bertanggungjawab terhadap kader," katanya lagi.
Menurut Ade yang juga Sekretaris Visi Indonesia, pembelaan PAN terhadap lima orang yang menjadi korban salah tuduh dan salah tangkap itu semakin membangkitkan militansi dan solidaritas di kalangan kader terhadap PAN.
Redaksi juga menerima pesan yang dikirimkan Ketua Harian DPW GMN Maluku, Zul Fahmi. Dalam pesannya, Zul Fahmi menyampaikan hal senada. Kader PAN akan semakin militan membela kehormatan partai. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: