Tiga Pendukung Hatta Rajasa yang Diduga Preman Sudah Dilepaskan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 05 Januari 2013, 10:41 WIB
Tiga Pendukung Hatta Rajasa yang Diduga Preman Sudah Dilepaskan
hatta rajasa/ist
rmol news logo Polres Jakarta Pusat telah melepaskan tiga orang pendukung Menteri Kordinator Perekonomian Hatta Rajasa dinihari tadi (Sabtu, 5/1) sekitar pukul 01.00 WIB. Ketiganya adalah Mansur Husein (33), Jamaluddin Fakaubun (33) dan Rahman Key (23), anggota Generasi Muda Nasional (GMN) yang merupakan sayap organisasi Partai Amanat Nasional (PAN).

Manshur, Jamal dan Rahman ditangkap hari Kamis kemarin (3/1) di halaman kantor Menko Perekonomian di Lapangan Banteng, Jakarta Pusat. Kapolsek Sawah Besar RJ Sitinjak sempat meneriaki mereka sebagai preman.

Selain ketiga orang itu, polisi juga sempat menangkap dua staf di Kantor Menko Perekonomian, Chairul Anwar dan Ihsan Jauhari, yang kebetulan ada di lokasi kejadian. Chairul dan Ihsan dilepaskan polisi kemarin (Jumat, 4/1).

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PAN Yahdil Harahap mengatakan bahwa ketiga orang yang ditangkap polisi itu bukan preman.

Mereka juga tidak berniat menyerang kelompok mahasiswa yang ketika itu menggelar demonstrasi di depan kantor Menko Perekonomian.

Menurut Yahdil, seharusnya polisi menyelidiki motif di balik demonstrasi mahasiswa di depan kantor Kemenko Perekonomian tersebut. Isu yang diangkat mahasiswa dari Forum Komunikasi Mahasiswa Bawah Tanah itu dianggapnya tidak nyambung dengan lokasi demonstrasi. Dia curiga mahasiswa tersebut justru orang-orang bayaran.

"Masak demo kasus kecelakaan di kantor Menko Perekonomian. Ini sudah dipolitisasi. Pasti ada yang menggerakkan. Itu yang harus diselidiki Polri. Kalau demo kenaikan TDL, sembako masih wajar," tegasnya.

Yahdil juga mengingatkan, Polisi harus profesional dalam menangani aksi massa. Kalau polisi juga ikut emosi, saat dua massa sedang emosi, lalu siapa yang mengamankan massa. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA