Penghinaan terhadap simbol-simbol Islam tampaknya akan sukar dihentikan. Karena hal itu sudah jadi ladang untuk meraup keuntungan.
"Sepertinya pelecehan simbol agama Islam melalui komik, kartun, film dan sebagainya sudah jadi komoditas untuk mengeruk keuntungan," ujar Wakil Sekjen Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia (MIUMI) Fahmi Salim kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 3/1).
Meski begitu, pelecehan terhadap simbol-simbol agama tersebut tidak bisa dibiarkan. Karena telah melukai umat Islam yang berjumlah 1,5 miliar.
Makanya, Pemerintah RI dan OKI (Organisasi Konferensi Islam) harus memperjuangkan pelaku tindak pelecehan simbol agama dunia diseret ke ranah Mahkamah Internasional. Karena perbuatan tersebut sama dengan kejahatan perang.
"(Hal ini) sudah sangat urgent agar tidak terus berulang, dan supaya menciptakan kehidupan dunia yang aman dan tertib," tandas Fahmi Salim.
Dia mengungkapkan itu menanggapi penghinaan kepada Nabi Muhammad SAW, yang dimuat dalam laman www.prophetmuhammadillustrated.com. Laman ini mempromosikan komik dengan judul Biography of The Prophet Muhammad, yang penuh dengan penghinaan. Di saat yang sama, majalah mingguan Perancis, Charlie Hebdo memuat komik tentang Nabi Muhammad SAW.. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: