SBY: Yang Mau Jadi Presiden Jangan Malu dan Ragu

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 03 Januari 2013, 08:59 WIB
SBY: Yang Mau Jadi Presiden Jangan Malu dan Ragu
presiden sby
RMOL.  Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga mengamati dinamika politik yang berkembang saat ini. Dia menyambut positif sudah banyak figur yang menyatakan keinginan untuk maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang.

"Dinamika yang ada sekarang menurut saya justru baik. Artinya banyak putra-putri bangsa yang merasa bisa menangkap peluang di tahun 2014 dan berkeinginan untuk memimpin negeri ini dan kemudian semacam mengajukan diri siap untuk menjadi presiden. Itu bagus," kata Presiden dalam acara Mata Najwa yang disiarkan Metro TV tadi malam (Rabu, 3/1).

Atas munculnya banyak tokoh yang siap maju di Pilpres tersebut, Presiden menilai itu artinya tidak ada sikap apatisme dari elit politik. Karena itu, yang penting saat ini, dia menekankan, para figur itu diberi ruang yang luas untuk memperkenalkan diri dan menjelaskan visi-misinya kepada rakyat.

"Kalau beliau (calon) terpilih menjadi presiden, kira-kira mau dibawa kemana Indonesia ini. Kebijakan dan solusi untuk mengatasi masalah yang kita hadapi ini juga seperti apa. Dengan demikian rakyat pada saatnya bisa memilih dengan benar," ungkapnya.

Tanpa komunikasi seperti itu dan tanpa penjelasaan dari calon, dia kuatir rakyat akan memilih kucing dalam karung pada Pilpres mendatang. Hal itu sangat tidak dia inginkan. Makanya, dia mendorong putra-putri bangsa yang siap maju untuk tidak malu-malu menyampaikan ke publik.

"Waktu masih ada dua tahun. Jadi saya justru menganjurkan para calon presiden itu tampillah, jangan malu-malu, jangan ragu-ragu untuk menyampaikan, 'saya ingin mencalonkan diri sebagai presiden. Saya berkeinginan untuk memimpin negeri ini'. Silakan," imbuhnya.

Sementara itu media massa, diharapkannnya, juga memberikan ruang yang baik kepada setiap bakal calon untuk menjelaskan pemikiran mereka bagaimana Indonesia ke depan.

"Sehingga rakyat sekali lagi bisa mengikuti satu demi satu. Saya lebih bagus saat ini berkata seperti itu. Kita persilakan nanti pada saatnya siapa yang paling dikehendaki," demikian Presiden dalam acara bertajuk Demam Politik 2013 tersebut. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA