Masyarakat diajak proporsional dan tidak mempolitisir kecelakaan lalulintas yang melibatkan anak Menko Perekonomian Hatta Rajasa, Muhammad Rasyid Amrullah Rajasa, pagi hari sekitar pukul 05.45 tanggal 1 Januari lalu di KM 3 tol Jagorawi.
Harun (57) dan Raihan (14 bulan) tewas dalam kecelakaan itu. Mereka adalah dua dari 13 awak Daihatsu Luxio yang dikendarai Frans Joner Sirait yang ditabrak BMW X5 yang dikendarai Rasyid Rajasa dari belakang.
Ajakan agar tidak mempolitisir kecelakaan itu disampaikan Ketua Umum Kaukus Muda Indonesia (KMI), Edi Humaidi, dan Sekjen Rouf Qusyairi dalam keterangan yang diterima redaksi Kamis pagi (3/1).
"Kecelakaan tentunya tidak diinginkan siapapun baik rakyat biasa, pengusaha, agamawan maupun pejabat. Dalam ajaran agama manapun kecelakaan bisa dikatakan sebagai musibah dan sekaligus ujian bagi orang bersangkutan serta keluarganya," ujar Edi Humaidi dalam rilis.
Oleh karena itu, sambungnya, sudah selayaknya bila masyarakat tidak menghakimi terlebih dahulu, mengolok-olok apalagi mempolitisir musibah. Sebagai manusia, sepatutnya memberikan dorongan moral dan memanjatkan doa agar orang yang sedang terkena musibah diberikan kesabaran oleh Tuhan Yang Maha Esa.
KMI juga mengapresiasi kemauan Hatta Rajasa terbuka dalam kasus ini. Hatta juga telah meminta maaf kepada korban kecelakaan dan memberikan santuan serta perhatian secara khusus kepada korban dan keluarganya.
Di sisi lain, KMI juga meminta polisi untuk menangani kasus kecelakaan ini secara professional dan proporsional tanpa muatan politik. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: