Para menteri di Kabinet Indonesia Bersatu II terutama yang berasal dari partai politik sampai saat ini masih tetap fokus mengerjakan tugas-tugas negara meski Pemilihan Umum 2014 tinggal setahun lagi.
Penegasan itu disampaikan Presiden SBY dalam acara Mata Najwa dengan topik "Demam Politik 2013" yang disiarkan Metro TV tadi malam (Rabu, 3/1).
"Sejauh ini mereka tetap menjalakan roda pemerintahan, menjalankan tugas pokoknya. Tapi benar, tahun depan (2013) sudah jadi tahun politik apalagi tahun 2014. Sehingga apa yang saya sampaikan, akan saya lihat betul untuk dipatuhi dan rakyat bisa melihat mana kala kita, bukan hanya menteri, tapi juga gubernur, walikota yang terlalu banyak meggunakan waktunya untuk politik, kurang melayani rakyat, kurang menjalankan tugas-tugasnya, rakyat akan memberikan koreksi dan kritiknya. Inilah demokrasi," jelas Presiden.
Agar tetap konsisten melayani rakyat, Presiden terus mengingatkan para menteri akan kontrak politik yang ditandatangani pada 2009 lalu.
"Saya mengajak, pegang teguh apa yang harus kita lakukan sesuai dengan kontrak politik dan pakta integritas. Saya akan terus bekerja bersama pemerintahan sekaligus memastikan para menteri yang berasal dari parpol benar-benar bisa membagi waktu. Dan sekali lagi mengutamakan kerja untuk pemerintahan," tegas Presiden.
Sejauh ini apakah sudah ada menteri yang dijewer?
"Kita lihat nanti. Mudah-mudahan tidak ada yang menyimpang dan betul-betul mereka bekerja untuk rakyat. Rakyat memberikan koreksi juga," jawab Presiden.
Pemerintahan SBY-Boediono saat ini diperkuat enam partai pendukungnya pada pemilihan presiden 2009 lalu. Yaitu, Demokrat (5 menteri), Golkar (3 menteri), PKS (3 menteri), PAN (3 menteri) PPP (2 menteri), dan PKB (2 menteri). [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: