Hal itu diungkapkan Konsulat Muda bidang Sosbud KJRI di Kota Kinabalu, Duana Sirait kepada
Rakyat Merdeka Online usai menerima kedatangan Hakam Maburi di kantornya, Rabu, (26/12).
"Hakam tiba di Kota Kinabalu setelah menempuh perjalanan selama hampir satu bulan dari kota kelahirannya menuju Sabah, Malaysia dan akan melanjutkan perjalanannya esok subuh menuju Brunei," jelas Duana Sirait.
Dijelaskannya pula, pria kelahiran 12 Juli 1992 ini bersepeda seorang diri dari Malang menuju Sabah setelah melalui Kalabakan, Sapulut, Nabawan setelah melalui Tarakan, Kalimantan Timur yang ditempuh dengan penuh semangat untuk dapat berjumpa dengan para pihak yang berkompeten untuk menjawab dan bertindak menyelamatkan spesies penyu yang sekarang sudah cukup langka ini.
"Perjalanan selama ini untungnya tidak seseram yang diinfokan oleh teman-teman, dan saya memakai Google Maps untuk menunjukan arah untuk menuju Brunei, semenanjung Malaysia hingga pulau Sumatera sejauh kurang lebih 5.582 kilometer," ungkap Hakam yang menggunakan wifi dan GPS dalam perjalananya dan menyiapkan bekal untuk bermalam di Hutan.
Setidaknya, jelas Hakam, dia sudah berbuat dan rela bersepeda seorang diri demi pelestarian species penyu serta berharap usahanya ini suatu saat akan membuahkan kesadaran untuk menyelamatkan spesies ini kendati respon yang diberikan pemerintah daerah yang dilaluinya kurang sesuai dari yang diharapkan.
[arp]