SBY akan Buka Puncak HKSN di Ternate

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 14 Desember 2012, 14:38 WIB
SBY akan Buka Puncak HKSN di Ternate
presiden sbyz
rmol news logo Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diagendakan akan membuka puncak acara peringatan Hari Kesetiakawanan Sosial Nasional (HKSN) pada Kamis (20/12) mendatang di Ternate, Maluku Utara.

Berbagai kegiatan sosial seperti bedah 500 rumah, donor darah, pengobatan gratis dan sebagainya akan dilaksanakan di provinsi Maluku Utara.

"Diharapkan kegiatan hari kesetiakawanan sosial ini akan mampu mendorong rasa kebersamaan, kepedulian dan saling berbagi diantara kita semua guna mencapai kesejahteraan dan ketahanan bangsa," tegas Ketua Panitia HKSN, Velix Wanggai di Jakarta (Jumat, 14/12).

Lebih lanjut dikatakan kesetiakawanan sosial harus terus dikembangkan dalam masyarakat sebagai bentuk kepedulian antara yang kaya dan yang miskin. Pemerintah melalui Kementerian Sosial tentu telah memiliki berbagai program sosial, namun pemerintah tidak mungkin bergerak sendiri. Dibutuhkan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya para pengusaha untuk membangun kesetiakawanan sosial.

Rangkaian kegiatan peringatan HKSN sebenarnya telah dimulai sepanjang tahun 2012 yang diisi berbagai aktivitas Bedah Rumah, Donor Darah, Pengobatan Gratis, serta berbagai kegiatan yang menyentuh nasib rakyat miskin.

"Nah, menjelang puncak acara tersebut dilaksanakan juga kegiatan yang sama khusus di Propinsi Maluku Utara seperti seperti Rehabilitasi 500 rumah tidak layak huni," tegas Staf Khusus Presiden ini sambil menambahkan peringatan puncak HKSN 2012 sekaligus merupakan awal gerakan kesetiakawanan sosial tahun 2013.

Sementara Ketua Bidang Kreatifitas dan Kemitraan HKSN HM. Jusuf Rizal menyebutkan gerakan kesetiakawanan harus terus didorong dan dimasyarakatkan guna menumbuhkan semangat kebersamaan dalam bingkai kesatuan, persatuan serta bhinneka tunggal ika. Dewasa ini telah terjadi krisis kesetiakawanan sosial dalam masyarakat. Jika dibiarkan akan adapat memperlemah ketahanan bangsa.

Menurut Ketua Umum Gerakan Kesetiakawanan Sosial Indonesia (GKSI) itu, lunturnya rasa kesetiakawanan sosial dapat dilihat dari maraknya konflik sosial dalam masyarakat. Perkelahian antara warga, kampung dan pelajar yang membawa korban jiwa. Kemudian saling bunuh.

"Itu merupakan salah satu indikator lunturnya semangat kebersamaan, kesetiakawanan dan rasa peduli yang merupakan budaya bangsa Indonesia," tegasnya.

Untuk itulah upaya memasyarakatkan gerakan kesetiakawanan sosial menjadi sangat strategis ditengah pengaruh globalisasi guna menekan kesenjangan sosial, budaya hedonis dan individualis. Gerakan kesetiakawanan tidak hanya sekedar aksi sosial saja, tapi juga harus mampu mentransformasikan budaya tersebut bagi generasi muda dan masyarakat umum. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA