Beathor: Semoga Masuk Ancol Gratis, Karena Laut Milik Tuhan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 06 Desember 2012, 09:29 WIB
Beathor: Semoga Masuk Ancol Gratis, Karena Laut Milik Tuhan
rmol news logo Belajar dari berbagai keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) dalam judicial review sejumlah UU yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak, seperti UU Migas, UU Ketenagalistrikan dan UU Sumber Daya Air, dapat ditarik satu kesimpulan penting mengenai Hak Menguasai Negara (HMN).

Dari judicial review terhadap berbagai UU itu disebutkan bahwa HMN bukan dalam makna negara memiliki, tetapi dalam makna negara merumuskan kebijakan atau yang disebut dengan beleid, melakukan pengaturan atau regelendaad, melakukan pengurusan atau bestuurdaad, melakukan pengelolaan atau behersdaad, dan melakukan pengawasan atau toezichtthoundendaad.

Juga digarisbawahi bahwa kesemua hal itu mestilah ditujukan sebesar-besarnya untuk apa yang disebut sebagai kemakmuran rakyat.

Inilah antara lain yang menjadi dasar pikiran tiga kelompok civil society, yakni Pemuda Kebangsaan, Pekat Indonesia, dan Forum Nelayan Jakarta Utara untuk menggelar aksi Desember Ceria pada tanggal 9 Desember nanti.

"Dalam konteks inilah (pengertian HMN) kita memprotes keras PT Pembangunan Jaya Ancol yang menguasai penuh kawasan pantai Ancol di utara Jakarta," ujar Ketua Pemuda Kebangsaan Beathor Surjadi dalam keterangan yang diterima redaksi Kamis pagi (6/12).

"Kalau negara saja menurut ketentuan tidak bisa memiliki segala sumberdaya alam yang menyangkut hajat hidup orang bnyak, mengapa PT Ancol merasa memiliki dan memonopoli pantai Ancolyang dalam hal ini merupakan hajat hidup orang banyak dalam konteks ruang publik," sambungnya.

Dia mengingatkan bahwa masyarakat Jakarta dan warganegara Indonesia yang datang ke Jakarta memiliki hak untuk mengakses pantai Ancol dan menikmati fasilitas publik berupa panorama, ruang terbuka publik, termasuk laut, pantai, dan ruang terbuka hijau.

Disebutkan bahwa demonstrasi di tanggal 9 Desember itu akan dipusatkan di Bundaran HI lalu Taman Impian Jaya Ancol.

"Semoga kita bisa merayakan malam tahun baru 2013 di tengah suasana hangat indahnya panorama pantai Ancol, yang dapat diakses secara gratis tanpa dipungut biaya untuk selamanya. Karena laut milik Tuhan," demikian Beathor. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA