Rico Sinaga: Kedodoran Jokowi dan Ahok Semakin Terang Benderang

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Sabtu, 01 Desember 2012, 16:39 WIB
Rico Sinaga: Kedodoran Jokowi dan Ahok Semakin Terang Benderang
joko widodo dan basuki t. purnama
rmol news logo Di mata Rico Sinaga indikasi yang memperlihatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo dan Wakil Gubernur Basuki T. Purnama mulai kedodoran sudah tidak dapat ditutupi lagi.

"Semakin terang benderang sehingga dalam beberapa hal mereka terpaksa menyerah pada tekanan yang datang dari berbagai pihak," kata ujar pengamat masalah perkotaaan itu dalam keterangan yang diterima redaksi Sabtu siang (1/12).

Rico menyoroti antara lain keputusan Jokowi menaikkan upah minimum provinsi (UMP). Sepintas kebijakan itu terlihat prorakyat. Namun untuk jangka panjang, kebijakan itu hanya menguntungkan pengusaha besar kelas kakap dan membunuh pelaku bisnis kelas menengah ke bawah.

Ketua Aliansi Masyarakat Jakarta (Amarta) ini pun menyoroti ketidaktegasan dalam menata pedagang kaki lima (PKL), pembiaran pemukim liar menempati tanah milik pihak lain, dan sebagainya.

"Lantas, bagaimana kita harus memahami fenomena ini?" katanya retoris.

Menjawab sendiri pertanyaannya, Rico Sinaga mengatakan bahwa semua hal ini terjadi karena Jokowi dan Ahok mulai kedodoran membayar utang politik kepada para pihak yang telah berjasa memenangkan mereka dalam pemilihan gubernur barusan.

Pembangunan Mass Rapid Transportation (MRT), penolakan terhadap rencana pembangunan jalan tol layang, begitu juga dengan kenaikan UMP dan pembiaran pemukim liar menempati tanah milik pihak lain, menurut Rico Sinaga memiliki kaitan erat dengan upaya Jokowi dan Ahok membayar utang politik.

"Karena itu di masa yang akan datang Jokowi dan Ahok bakal terus kedodoran, dan nasib Jakarta bakal tidak menentu. Sungguh tragis dan ironis bila kenyataan ini dibiarkan tanpa ada koreksi," demikian Rico Sinaga. [zul]

  • TAGS

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA