Akbar Tanjung: Keberhasilan Anak-anak Muda Nasdem Loloskan Partai Tak Bisa Diabaikan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 29 November 2012, 17:48 WIB
Akbar Tanjung: Keberhasilan Anak-anak Muda Nasdem Loloskan Partai Tak Bisa Diabaikan
akbar tanjung
rmol news logo Isu Surya Paloh yang akan memimpin langsung DPP Partai Nasdem merupakan hal yang wajar. Karena memang, setiap partai baru, sangat terkait dengan figur. Surya Paloh merupakan aktor di balik pendirian ormas Nasional Demokrat, yang kemudian melahirkan organisasi politik.

"Jadi memang beralasan kalau Surya Paloh mau memimpin Nasdem. Artinya dia tidak mau separoh-separoh. Dia ingin betul-betul terlibat secara intens di dalam memimpin Nasdem terutama dalam menghadapi agenda politik nasional Pemilu 2014. Itu satu hal yang wajar," ujar politisi senior Akbar Tanjung saat dihubungi (Kamis, 29/11).

Akbar mengakui, dalam pengisian puncak jabatan partai pasti akan menimbulkan pro kontra; ada yang setuju dan ada yang tidak. Karena itu, kalau ingin menjadi ketua umum, Surya Paloh harus pandai-pandai menjelaskan kenapa terpanggil langsung memimpin partai tersebut.

"Kan bisa dia jelaskan secara rasional, objektif dan sampai sejauhmana dia akan melibatkan diri dalam memimpin Nasdem. Kan bisa dikatakan apakah misalnya pada tahap awal partai ini saya harus langsung terlibat menghadapi agenda politik nasional yang akan menentukan survival partai. Kalau dia bisa meyakinkan, mereka juga bisa memahami," ungkap mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar ini.

Namun, Akbar mengingatkan, seandainya Surya Paloh menjadi Ketua Umum DPP Partai Nasdem, pengurus saat ini tidak boleh diabaikan begitu saja. Karena mereka sudah berhasil meloloskan Nasdem sehingga bisa ikut Pemilu 2014. "Tentu perlu diperhatikan posisinya dimana," ungkapnya.

Atau, untuk menghindari perpecahan di partai yang mengusung tema perubahan itu, menurut Akbar, Surya Paloh tidak jadi ketua umum, tapi menjabat semacam Ketua Dewan Pembina, yang memiliki kewenangan-kewenangan tertentu, terutama kebijakan politik yang berdampak nasional.

"Itu bisa juga. Seperti (almarhum) Gus Dur (di PKB) dulu juga kan secara intens ikut dan keputusan-keputusan partai juga harus dapat persetujuan atau konfirmasi dari beliau. Terutama yang berkaitan dengan putusan-putusan penting yang menyangkut masalah politik nasional, pemerintahan dan kenegaraan Saya kira itu juga bisa jadi solusi," ungkap Akbar.

Apalagi, menurut Akbar, anak muda saat ini harus diberi peran. "Menurut saya, pada saat-saat ini anak muda sudah waktunya diberi peranan lebih besar agar mereka pada waktunya siap mengisi jabatan-jabatan politik, jabatan-jabatan strategis dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara," tandas Akbar.

Isu Surya Paloh akan mengambil alih pengurus Partai Nasdem dihembuskan Ketua Majelis Pertimbangan Ormas Nasional Demokrat Laksamana (Purn) Tedjo Edhy Purdjianto. Karena Patrice Rio Capella dan Ahmad Rofiq yang saat ini menjadi Ketua Umum dan Sekjen Nasdem hanya diberi mandat untuk membentuk partai.

Tapi, Rio dan Rofiq membantah pernyataan mantan KSAL itu. Surya Paloh juga sudah menegaskan tidak akan mengambil alih posisi Ketua Umum. "Untuk apa saya ambil alih? Saya kan yang dirikan partai ini kok, ha..ha...,” katanya dalam wawancara dengan Harian Rakyat Merdeka belum lama ini. [zul]


Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA