Hasil survei Lembaga Survei Indonesia yang menempatkan Jusuf Kalla sebagai sosok yang paling mampu memimpin negara dan pemerintahan adalah hal yang wajar. Karena JK sudah pernah duduk di pemerintahan."Bisa saja. Mungkin saja karena dia kan pernah jadi Wakil Presiden. Pada waktu jadi wakil presiden, mungkin banyak langkah yang diambil. Menurut publik (itu) langkah yang tepat. Itu bisa jadi satu penilaian kepada kepemimpinan seseorang," jelas mantan Ketua Umum DPP Partai Golkar Akbar Tanjung kepada Rakyat Merdeka Online (Kamis, 29/11).
Kalau JK ingin maju pada pemilihan presiden 2014 mendatang dan mempunyai kendaraan, kata Akbar, Golkar tidak bisa melarang. Karena itu adalah hak setiap warga negara.
Tapi bukankah kader Golkar sebelumnya diultimatum untuk mendukung Aburizal Bakrie sebagai capres?
"Ya, kita sih dukung Ical. Tapi kan tidak semua orang juga punya pandangan yang sama. Jadi mau diapakan. Apalagi Pak JK pernah jadi Ketua Umum Golkar, pernah jadi Wakil Presiden," jawab Akbar.
Meski begitu, Aburizal Bakrie disarankan untuk bicara hati ke hati dengan Jusuf Kalla. "Ya paling-paling kalau mau barang kali, Pak Ical bertemu Pak JK kemudian bertukar pikiran hati ke hati. Barang kali ada titik-titik temu," ungkapnya.
Maksudnya, titik temunya agar JK mendukung Aburizal?
"Ya titik temunya apa, ya tergantung di pembicaraan itulah," jawabnya diplomatis. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: