RMOL Tidak Terkait Proposal "Koran Merah" yang Dibicarakan Ahok dengan Tim 9

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Selasa, 27 November 2012, 10:18 WIB
<i>RMOL</i> Tidak Terkait Proposal "Koran Merah" yang Dibicarakan Ahok dengan Tim 9
teguh santosa/ist
rmol news logo Pihak Rakyat Merdeka Online tidak memiliki kaitan dengan proposal "Koran Merah" yang dibicarakan Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki T. Purnama dalam pertemuan dengan sekelompok orang yang menamakan diri Tim Sembilan atau Perwakilan Warga Kebun Sayur Ciracas.

Rekaman pertemuan itu disebarkan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta ke publik luas melalui jaringan Youtube. Saat berita ini diturunkan rekaman berdurasi hampir 24 menit itu telah disaksikan 12.597 kali.

Dalam rekaman terlihat salah seorang tamu yang menemui Basuki alias Ahok mengajak sang Wagub untuk terlibat dalam pembuatan harian yang diberi nama "Koran Merah". Ahok yang mengenakan baju dinas terlihat antusias membolak balik dan mempelajari proposal itu secara singkat sebelum menyerahkannya kepada salah seorang staf yang mengenakan baju batik.

Pemimpin Umum Rakyat Merdeka Online, Teguh Santosa, menjelaskan bahwa proposal yang dipelajari Ahok itu tidak ada kaitannya dengan RMOL dan grup media dimana RMOL bernaung.

"Sebagai pimpinan RMOL saya ingin menjelaskan dan menegaskan bahwa saya dan manajemen kami tidak punya kaitan dengan proposal "Koran Merah" yang dibicarakan dalam pertemuan itu," tulis Teguh dalam pesan yang selain dikirimkannya kepada Ahok juga dipancarluaskan lewat jejaring Blackberry.

"Saya dan manajemen kami menilai bahwa proposal itu disampaikan pihak yang tidak bertanggung jawab dan liar dengan mencatut nama kami dan grup media kami," sambungnya.

Pada bagian lain, Teguh juga mengatakan bahwa broadcast yang dia kirimkan itu juga untuk memperlihatkan Rakyat Merdeka Online juga punya itikad untuk transparan.

Dia juga menyarankan Ahok untuk lebih berhati-hati menerima tamu dan mempertimbangkan masak-masak sebelum meng-upload rekaman pertemuan dengan berbagai pihak.

"Kami memahami itikad Wagub DKI. Tapi, tanpa pertimbangan yang masak, itikad itu justru jadi merepotkan dan bahkan dapat merusak nama baik pihak lain, dalam hal ini RMOL dan group media kami," demikian Teguh. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA