KASUS HAMBALANG

Nurrachmad Dicecar 13 Pertanyaan, Ngaku Tidak Tahu Apa-apa

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 26 November 2012, 19:49 WIB
rmol news logo Dari siang hingga petang, sekitar 4 jam penyidik KPK memeriksa Nurrachmad Rusdan, yang dikenal juga sebagai staf pribadi Anas Urbaningrum, dalam dugaan korupsi proyek Pusat Pendidikan, Pelatihan, dan Sekolah Olahraga Nasional di kawasan pebukitan Hambalang, Citeureup, Bogor, Jawa Barat.
 
Seperti disampaikan Humas KPK Priharsa Nugraha, Nurrachmad diminta sebagai saksi untuk tersangka Deddy Kusdinar (eks Kabag Keuangan dan Rumah Tangga Kemenpora). Namun, kedatangan Nurrachmad ke KPK awalnya tidak banyak diketahui wartawan. Saat keluar usai penyidikan pun Nurrachmad lewat pintu belakang.

Saat dipergoki wartawan, pria berbatik cokelat itu mengaku dicecar 13 pertanyaan oleh penyidik. Tapi dia tidak tahu apapun seputar proyek yang menelan Rp 2,5 trilun itu.

"Saya bingung," jawab pria itu sambil berjalan kepada wartawan, Senin (26/11).

Nurrachmad tak menjawab seputar isu mobil Toyota Harier yang diberikan PT Adhi Karya dan PT Wijaya Karya kepada Anas. Dia cuma menegaskan, tidak terlibat dalam kasus tersebut.

"Saya nggak tahu apa-apa. Saya juga nggak kenal Pak Deddy (Kusdinar), tiba-tiba dipanggil KPK," pungkas Nurachmad sambil berjalan pergi. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA