Wamen ESDM: Delapan Hari Tanpa BBM Bersubidi Akan Terjadi Kerusuhan

Pasokan BBM Dicicil

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Senin, 26 November 2012, 19:23 WIB
Wamen ESDM: Delapan Hari Tanpa BBM Bersubidi Akan Terjadi Kerusuhan
ilustrasi
rmol news logo Meski kuota telah ditambah dari 40 juta kiloliter menjadi 44,04 juta kiloliter, Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi diprediksi habis pada 22 Desember.

"Saudara bisa bayangkan kalau delapan hari tanpa BBM bersubsidi, akan terjadi sebuah kerusuhan," ujar Wakil Menteri ESDM Rudi Rubiandini di Gedung KPK Jalan Rasuna Said Kuningan, Jakarta Selatan, (Senin, 26/11).

Untuk itu, jelas Rudi, beberapa waktu lalu BP Migas, yang sekarang menjadi SKSP Migas, dan Pertamina mengusulkan pasokan BBM Bersubsidi dicicil per hari agar bisa bertahan sampai 2012.

"Dicicil sedikit-sedikit. Artinya, BBM subsidinya dikurangi tapi yang non subsidi wajib diadakan di SPBU. Keberadaan energi tetap ada, keberadaan bensin tetap ada. Cuma keberadaan yang subsidi itu ditahan dalam waktu beberapa jam setiap hari sehingga semua kita bisa menikmati sampai 31 Desember," beber Rudi. [ald]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA