Buku yang ditulis para aktivis IPM itu berisi tentang kegelisahan kalangan pelajar IPM terkait dinamika dan perkembangan bangsa dan negara saat ini, yang menurut mereka sangat kacau dan tidak mendukung bagi iklim perkembangan dan kemajuan, khususnya di bidang pendidikan dan kreatifitas remaja.
Acara peluncuran buku dan soft launching muktamar itu digelar di Jakarta pada Selasa kemarin. Selain dihadiri pimpinan OKP pelajar seperti dari IPNU, IPPNU, PII, dan juga anggota dan alumni IPM, serta kalangan DPR, hadir pula Ketua Umum PP Muhammadiyah Prof Din Syamsuddin.
Din, yang beberapa waktu lalu bersama tokoh nasional lainnya berhasil mengajukan gugatan UU Migas itu memberikan ceramah umum.
Menurut Prof. Dr. Din Syamsuddin, IPM sebagai organisasi berbasis pelajar harus menampakkan budaya pelajarnya, yakni berprestasi dan mengembangkan ilmu pengetahuan. "Ini judul buku yang sangat berat, membutuhkan ruang internalisasi, baik dalam pemikiran maupun tindakan nyata,†ujarnya.
Ia berharap agar IPM, bersama OKP kepelajaran dan kepemudaan lainnya mampu menjadi pelopor gerakan moral di kalangannya, dan menumbuhkan budaya positif, khususnya dalam upaya membangun karakter bangsa yang sehat dan berakhlak mulia.
“Ini tantangan yang harus dijawab dengan karya nyata. Kontribusi pelajar sangat penting di masa mendatang. Karena itu, persiapkan diri dengan matang agar masa depan bangsa dan negara dapat dipegang oleh orang-orang yang amanah dan berkarakter,†jelas Din.
Sementara itu, Ketua Umum PP IPM Danik Ekaningtiyas menyatakan pelajar harus dipahami berdasarkan sudut pandang pelajar, bukan orang luar yang ingin melakukan intervensi pada pelajar sesuai dengan cara pandang sendiri.
"Banyak regulasi dan kebijakan, khususnya di bidang pendidikan, yang kurang memihak pada kepentingan dan kebutuhan pelajar. Orang selalu menyalahkan adanya tawuran pelajar, padahal tidak selalu begitu. Tawuran hanya kasuistis, sementara jauh lebih banyak pelajar yang berprestasi," ujar Danik, sembari berharap ke depan pemerintah lebih lagi memberi perhatian pada regulasi pendidikan dan pelajar.
IPM akan melangsungkan muktamar ke-18 di Palembang pada 25-29 November 2012. Muktamar mengangkat tema, “Menumbuhkan Kesadaran Kritis, Mendorong Aksi Kreatif untuk Pelajar Indonesia yang Berkarakter.†[zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: