Jokowi Harus Paham Tak Semua Walikota dan Bupati di Banten Patuhi Ratu Atut

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Rabu, 07 November 2012, 16:58 WIB
Jokowi Harus Paham Tak Semua Walikota dan Bupati di Banten Patuhi Ratu Atut
jokowi-atut
rmol news logo Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo patut diapresiasi. Hal ini terkait dengan langkahnya yang membangun koordinasi pembangunan dengan dua daerah penyangga Jakarta, yaitu Gubernur Banten Ratu Atut hari ini dan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan sebelumnya.

Ekonom Dahnil Anzar Simanjuntak menyebut langkah Jokowi itu sebagai langkah maju.

"Bila perlu Jokowi dan dua Gubernur khususnya Jabar dan Banten melakukan perencanaan harmonisasi dan keterhubungan pembangunan antara daerah," ujar Dahnil Anzar kepada Rakyat Merdeka Online petang ini (Rabu, 7/11).

Tetapi Jokowi harus memahami bahwa Jabar dan Banten tidak seperti DKI yang secara administrasi, Gubernur dapat dengan mudah melakukan harmonisasi dan instruksi perencanaan pembangunan kepada kabupaten dan walikota, yang ada di bawahnya.

"Banten misalnya, Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangsel sebagai daerah penyangga langsung (Jakarta) belum tentu memiliki perspektif yang sama dengan Gubernur Banten," ungkap Dahnil, pengajar Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Banten ini.

Apalagi di Banten, misalnya Gubernur tidak mampu melakukan harmonisasi perencanaan dan koordinasi pembangunan dengan baik kepada bupati dan walikota.

Seperti Kota Tangerang dan Kabupaten Tangerang, selama pemerintahan Atut, seringkali berbeda dengan provinsi, kecuali Kota Tangsel yang walikotanya adalah merupakan adik ipar Atut, Airin.  "Jadi Jokowi tidak cukup melakukan pendekatan kepada Gubernur tetapi juga kepada Kabupaten/kota penyangga DKI Jakarta," demikian Dahnil. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA