Genjot Serapan KUR, Konsultan Diperkuat Pelatihan Capacity Building

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/dede-zaki-mubarok-1'>DEDE ZAKI MUBAROK</a>
LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK
  • Rabu, 17 Oktober 2012, 21:03 WIB
Genjot Serapan KUR, Konsultan Diperkuat  Pelatihan Capacity Building
Syarief Hasan
rmol news logo . Konsultan pendamping Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan UKM Tenant Inkubator bisnis di pacu mendongrak serapan KUR hingga Rp30 triliun sampai akhir tahun 2012. Untuk memaksimalkan itu harus di perkuat melalui pelatihan ‘capacity building’

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan di sela-sela  acara Capacity Building Pendamping KUR dan UKM Tenant Inkubator Bisnis, di Gedung SME Tower, Jakarta, Rabu (17/7).

"Tahun ini, KUR ditargetkan terserap Rp30 triliun. Sampai saat ini penyerapan menyentuh angka Rp24 triliun. Melalui capacity building untuk para konsultan pendamping KUR, saya yakin target tahun ini akan tercapai," katanya.

Menurut Menkop, program pendampingan diharapkan membantu para konsultan pendamping KUR bisa mendorong calon nasabah mengakses KUR dengan lebih mudah.

Kemenkop dan UKM,  mencatat sejak diluncurkan pada akhir 2007 sampai 5 Oktober 2012, total serapan KUR sudah mencapai Rp87,97 triliun untuk 7,161 juta unit usaha.

Sebanyak 430 konsultan pendamping KUR dan para tenant dari 15 perguruan tinggi di seluruh Indonesia mengikuti program pendampingan capacity building yang digelar oleh Kementerian Koperasi dan UKM.
 
"Untuk menurunkan tingkat pengangguran di bawah 5 persen dan kemiskinan di bawah 10 persen, jalan yang paling tepat sasaran adalah pemberdayaan UMKM melalui KUR sebagai sumber pembiayaan," katanya.

Menurut dia, KUR masih merupakan skema kredit termurah di antara kredit mikro lainnya yang ada di Indonesia.

Apalagi selama ini kendala utama yang dihadapi UMKM adalah permodalan oleh karena itu pihaknya ingin KUR dapat semakin diperluas sampai ke pelosok Indonesia.
 
"Tenaga pendamping koperasi inilah yang diharapkan dapat berperan menyosialisasikan KUR di daerah-daerah," katanya.
 
Selain itu, tenaga pendamping diharapkan dapat mendampingi UMKM yang masih belum berpengalaman dalam bergubungan dengan perbankan.
 
"Mereka dapat membantu UMKM dalam menyiapkan hal-hal administratif yang dibutuhkan untuk pengajuan KUR sehingga pemahaman UMKM tentang KUR semakin berkembang dan meluas jauh ke pelosok daerah," katanya.

Ia menambahkan, perluasan KUR juga didorong untuk membiayai koperasi dan UMKM supplier ke perusahaan ritel.

Menteri menilai selama ini terdapat gap waktu antara UMKM memasok barang sampai dengan pembayaran dari perusahaan ritel sehingga KUMKM supplier kekurangan likuiditas usaha.

Pada kesempatan itu ditandatangani Nota Kesepahaman Bersama antara PT Bank Mandiri dan PT Sumber Alfaria Trijaya untuk menyediakan pembiayaan bagi KUMKM pemasok.
 
"Dengan adanya perjanjian kerja sama antara bank dengan perusahaan ritel dalam menyediakan pembiayaan KUR bagi KUMKM pemasok maka diharapkan dapat membantu likuiditas KUMKM dalam menjadi kontinuitas suplai produk mereka," katanya. [ant/dzk]

 

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA