Angelina Sondakh Nangis dan Pasrah Sikapi Kesaksian Yulianis

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 04 Oktober 2012, 20:23 WIB
Angelina Sondakh Nangis dan Pasrah Sikapi Kesaksian Yulianis
angelina sondakh/ist
rmol news logo Terdakwa Angelina Sondakh menangis dikonfirmasi soal keterangan Yulianis yang menyebutnya menerima puluhan kali kiriman uang dari Permai Group.

"Kenapa saya dibilang menerima, padahal (waktu itu) saya belum mengenal Rosa dan Nazar," ujar Angelina usai menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (4/10).

Ia merasa Yulianis menjadikannya korban.

"Saya rasa ini dibebankan ke saya," ujarnya lagi.

Dengan mata berkaca-kaca, Angie mengaku hanya bisa pasarah atas tuduhan Yulianis yang merupakan Wakil Direktur Keuangan Permai Group, konsorsium perusahaan milik M Nazanruddin itu.

"Saya lillahi taala saja," pungkasnya.

Sebelumnya, Yulianis dalam persidangan menyebutkan ada 16 transaksi pengeluaran Permai Group yang sebagian besarnya tertuju pada Angie. Ke 16 transaksi itu adalah:

1. 12 Maret 2010, Grup Permai (GP) mengeluarkan Rp 70 juta, yang ditujukan untuk Angie.

2. 13 Maret 2010, GP mengeluarkan 100 ribu USD yang ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang itu keluar atas permintaan Mindo Rosalina Manulang, Direktur Marketing GP. Uang diambil Clara Mauren, bawahan Rosa.

3. 19 April 2010, GP mengeluarkan Rp 2,5 milyar. Uang ditujukan ke Angie dan diantar oleh staf bernama Dadang. Dadang bertemu dengan Jeffri di Food court Ambasador. Jeffri itu stafnya Angie.

4. 3 Mei 2010, GP mengeluarkan 2 miliar ditujukan untuk Angie dan Koster untuk proyek di universitas.

5. 4 Mei 2010, GP mengeluarkan Rp 3 miliar. Uang itu ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang diantar oleh staf bernama Lutfi ke ruangan Koster di komplek Gedung DPR. Lufhfi menyerahkannya pada Budi, staf pak Wayan.

6. 5 Mei 2010, pagi hari uang sebesar Rp 3 miliar dikucurkan Grup Permai. Uang diantar oleh Luthfi yang kembali bertemu dengan staf Wayan Koster.

7. 6 Mei 2010, Lutfhi kembali ke gedung DPR di lantai ground. Kali ini dia membawa uang Rp 2 miliar. "Luthfi bertemu dengan pak Budi, stafnya pak Wayan," ujar Yulianis.

8. 19 Juni 2010, GP mengeluarkan 100 ribu USD, ditujukan untuk Angie. Tertulisnya untuk keperluan Angie ke Belanda.

9. 19 Juni 2010 GP kembali mengeluarkan 100 ribu USD untuk keperluan yang sama.

10. Lalu masih di hari yang sama, untuk ketiga kalinya, GP kembali mengeluarkan 100 ribu dolar AS untuk keperluan serupa.

11. 2 September 2010, GP mengeluarkan 150 ribu USD yang ditujukan untuk Angie.

12. 14 Oktober 2010, GP mengirimkan 500 ribu USD dalam dua bungkusan terpisah.

13. 17 Oktober 2010, Yulianis menyebut GP mengeluarkan 400 ribu USD ditujukan untuk Angie dan Koster. Uang diantar oleh Dewi pada Wayan.

14. 26 Oktober 2010, GP mengeluarkan 500 USD untuk Angie dan Koster. Uang diantar Dewi kepada staf Wayan Koster.

15. 3 November 2010, GP mengeluarkan 500 ribu USD untuk Angie terkait proyek universitas tahun 2010.

16. 22 November 2010, atas permintaan Rosa, GP mengeluarkan Rp 10 juta rupiah untuk Angie, untuk pengungsi Merapi.dem]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA