"Kegiatan ini sebagai salah satu cara kami untuk mengenang rekan-rekan sealmamater yang sudah mendahului karena dipanggil Yang Maha Kuasa," ujar salah satu panitia, Erwin Bengie kepada
Rakyat Merdeka Online, hari ini.
Acara yang bertajuk 'Fun Walk and Fun Bike' juga dijadikan momentum berbagi kepada anak-anak dari alumni SMA 68 yang sudah meninggal. dengan memberikan bea siswa secara simbolis yang diserahkan Ketua Yayasan Pas 68, Iqbal Willis dan Ketua Panitia, Gatot Sukartono.
Ketika penyerahan bea siswa berlangsung, suasana haru pun menyelimuti para peserta yang hadir memenuhi pelataran Tugu Proklamasi, sehingga beberapa peserta secara tak sadar tampak menitikkan air mata ketika menyaksikan anak yang telah kehilangan kedua orang tuanya.
"Rencananya setiap anak dapat dua ratus ribu rupiah perbulan hingga selesai sekolahnya dan untuk selanjutnya ada beasiswa seperti ke Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan MH Thamrin, Sekolah Tinggi Manajemen Informatika MH Thamrin dan juga Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi MH Thamrin," ungkap Hery C Latu.
Menurut Ketua Panitia, Gatot Sukartono, bea siswa ini merupakan hasil donasi dari para alumni SMA 68 yang begitu peduli terhadap pendidikan dan masa depan anak-anak yang telah kehilangan orang tuanya yang dulu pernah bersekolah di SMA 68.
"Kami juga akan menghimpun dana untuk teman-teman alumni SMA 68 yang sedang menderita sakit berat dan memerlukan uluran tangan dari teman-teman sealmamater," ujar Gatot Sukartono.
Untuk itu, Gatot Sukartono berharap agar pada saat Pesta Perak alumni SMA 68 lulusan tahun 1987 yang akan diselenggarakan pada bulan Desember mendatang, seluruh alumni dapat hadir sehingga dapat terlibat dalam penggalangan dana yang lebih banyak lagi guna mewujudkan semua itu.
[arp]
BERITA TERKAIT: