Bagi sebagian kalangan, Joko Widodo merupakan kepala daerah yang sukses dalam memimpin Solo. Tapi, tampaknya tidak demikian dengan Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Marzuki Alie.
Marzuki menilai, ada enam kegagalan Joko Widodo yang akrab disapa Jokowi itu dalam memimpin Kota Solo yang berpenduduk 559 ribu jiwa tersebut.
Pertama, kata Marzuki, Jokowi dinilai gagal mengatasi masalah banjir. Karena setiap tahun kota Solo dilanda banjir. "Kota Solo setiap tahun mengalami banjir, bahkan rumah walikota sendiri ikut terkena kebanjiran," kata Marzuki, seperti dikutip dari Antaranews.com (Sabtu, 8/9).
Kedua, kata Ketua DPR RI itu, Jokowi belum bisa mengatasi kepadatan dan kemacetan yang terjadi di kota Solo. "Kota Solo menjadi kota macet, ternyata Jokowi tak punya konsep transportasi. Jadi bagaimana mau menyelesaikan masalah kemacetan di Jakarta?" kata Marzuki.
Ketiga, Marzuki menuduh Joko terlilit kasus dugaan manipulasi perjalanan dinas pemerintah kota Solo.
Keempat, pembangunan Gapura Makutha di Kota Solo tak kunjung selesai dan terbengkalai selama 1,5 tahun. "Pembangunan gapura belum selesai. Sangat susah membayangkan bagaimana mau bangun underpass, flyover atau bahkan MRT atau subway," kata Marzuki.
Kelima, Marzuki menilai Joko belum bisa mengatasi masalah sampah di kota yang dipimpinpinya itu. "Solo saat ini memiliki masalah sampah, sistem pengelolaan masih tradisional dan belum ada solusi yang tepat untuk menyelesaikan masalah sampah tersebut oleh Jokowi," sebut dia.
Terakhir, kata Marzuki, tingkat angka kemiskinan di Kota Solo terus meningkat dan Jokowi belum mampu mengatasi soal ini. "Tingkat kemiskinan kota Solo terus naik sejak dipimpin Jokowi," pungkas Marzuki tanpa menyebutkan jumlah angka kemiskinan di Solo. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: