Partai Golkar tidak terpengaruh dengan hasil survei Center for Strategic and International Studies (CSIS). Partai beringin itu tetap konsisten mencalonkan Aburizal Bakrie sebagai calon presiden.
"Ya. Nggak (terpengaruh)," jelas Ketua DPP Golkar Hadjriyanto Y Tohari, saat dihubungi Rakyat Merdeka Online pagi ini Jumat (10/8).
Rabu kemarin, CSIS merilis temuan soal elektabilitas para capres. Aburizal hanya berada di urutan empat dengan suara 8,9 persen; Aburizal masih berada di bawah Jusuf Kalla dengan 11,1 persen. Sementara untuk urutan nomor satu dan dua ditempati Prabowo Subianto (14,5 persen) dan Megawati Soekarnoputri (14,4 persen).
Tak hanya itu, Golkar juga tak mempermasahkan elektabilitas Aburizal masih di bawah pendahulunya, Jusuf Kalla.
"Kan (JK) nggak nomor satu toh. Kecuali nomor 1. Itu kan masih dalam satu peringkat. Apalagi selisihnya tidak banyak. Itu kan satu survei. Survei yang lain lebih dekat lagi (jaraknya)," ungkap Wakil Ketua MPR ini.
Apalagi, ungkap Hajri, waktu pelaksanaan survei CSIS itu diselenggarakan bulan Juli. Pada bulan yang sama, Aburizal baru diputuskan sebagai capres. "Artinya jarak waktu juga berdekatakan. Kalau survei bulan depan, mungkin lain (hasilnya)," katanya meyakinkan.
Meski begitu, Hajri melanjutkan, hasil survei itu penting menjadi bahan pelajaran. Tetapi dia mengingatkan, survei itu bukan segala-segalanya. "Jangan terlalu memberhalakan survei. Dan apa kita harus mengandalkan survei. Menurut saya partai politik tidak perlu mengandalkan survei," tegasnya.
Apalagi, survei yang digelar di Jakarta terkait pemilukada semuanya salah total. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: