Beribadah Karena Cinta

Oleh Hatta Rajasa

Sabtu, 04 Agustus 2012, 05:19 WIB
Beribadah Karena Cinta
PUASA Ramadan adalah salah satu media untuk melatih diri agar dapat meningkatkan cinta kepada Allah. Cinta kepada Allah semestinyah jauh lebih besar daripada cinta kepada makhluk ciptaan-Nya. Cinta kepada adalah cinta abadi. Sementara cinta selain kepada Allah adalah fana dan akan binasa.

Mencintai Allah berarti menempatkan Allah sebagai sandaran hidup. Cinta pada Allah mendorong manusia secara suka rela melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Cinta pada Allah sekaligus mendorong seseorang untuk memanfaatkan seluruh hidupnya dalam meraih kasih sayang Allah.

Sebagaimana layaknya cinta manusia, cinta pada Allah juga bersifat resiprokal. Jika cinta yang diberikan didasarkan atas ketulusan, maka balasannya pun akan setimpal dengan ketulusan itu. Begitu juga sebaliknya, jika cinta pada Allah didasarkan atas dasar pamrih, maka Allah juga akan membalasnya sebesar nilai pamrih yang diharapkan dari-Nya.

Rabi'atul Adawiyyah adalah sosok sufi perempuan yang bisa dijadikan model dalam membangun cinta sejati kepada Allah. Dalam pendakian spiritualnya, Rabi'ah menggunakan pendekatan mahabbah (cinta). Menurutnya, menyembah Allah tidak boleh mengharapkan balasan apa pun. Menyembah Allah bukan karena mengharap syurga. Begitu juga, menyembah Allah bukan karena berharap dapat dijauhkan dari api neraka.

Dalam salah satu munajatnya, Rabi'ah pernah menyampaikan sebuah ungkapan yang sangat terkenal sebagai berikut, "Oh Tuhan, jika aku menyembah-Mu karena takut akan api neraka, maka bakarlah aku di dalamnya. Dan jika aku menyembah-Mu karena berharap surga, maka campakanlah aku dari sana; Tapi jika aku menyembah-Mu karena cinta Engkau, maka janganlah Engkau sembunyikan keindahan-Mu yang abadi."

Cinta Allah haruslah dijadikan sebagai fondasi ibadah kepada Allah. Dengan cinta, semua perintah dan larangan Allah akan lebih mudah dipatuhi. Dorongan cinta akan memandu manusia untuk mau sujud dan tersungkur di hadapan Allah.

Ibadah puasa yang dilaksanakan semestinya dapat menambah kecintaan diri kepada Allah. Cinta yang tumbuh kembang selama Ramadan ini hendaklah terus bersemi di bulan-bulan setelah Ramadan. Cinta kepada Allah inilah kemudian yang diharapkan dapat mengangkat derajat seseorang menjadi manusia yang bertakwa. Wallahu'alam. [***]

Penulis adalah Menko Perekonomian

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA