Strategi dakwah harus menyesuaikan dengan perkembangan teknologi informasi. Sebab saat ini masyarakat menengah begitu ketergantungan terhadap berbagai teknologi baru. Baik promosi atau berdikusi dan berbagi, setiap orang saat ini adanya di media sosial atau blackberry messanger."Selain itu, saat ini makan-makan bagi masyarakat menengah bukan hanya untuk mengisi perut saja, tetapi menjadi gaya hidup,†kata aktivis dan politisi PAN Wanda Hamidah dalam Pengkajian Ramadhan Pimpinan Pusat Muhammadiyah "Strategi Dakwah di Kalangan Menengah," di Aula Rumah Sakit Islam, Cempaka Putih, Jakarta (Senin, 30/7).
Gaya hidup ini didukung oleh keberadaan materi dan berbagai fasilitas. Namun sesungguhnya kelas menengah itu kata Wanda, sangat rapuh karena bisa terjebak pada hal-hal yang instan. “Banyak yang mengejar citra dan trend, tetapi semua itu hanya bohong atau kepura-puraan,†katanya.
Sehingga apa yang mereka lakukan adalah mengejar prestise, tidak cukup dengan harga yang menengah, bahkan banyak yang membelinya sangat mahal sekali.
Kondisi ini meninggalkan pekerjaan rumah, stategi dakwah secara apa? Menurut Wanda, perlu dakwah menggunakan media sosial, memberikan materi-materi yang dibutuhkan mereka. “Materi itu harus menjawab kegalauan masyarakat mereka,†jelasnya.
Walaupun sesungguhnya materi-materi itu merupakan sesuatu yang biasa-biasa saja, namun menurut mereka itu luar biasa. Masyarakat menengah seperti ini sesungguhnya sangat membutuhkan kehadiran Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
“Sebab mereka kekurangan materi keagamaan, walaupun sebenarnya mereka terkadang menginginkan siraman rohani secara berkala. Dan kalau mereka dirangkul, mereka bisa dengan mudah memberikan kontribusi dan kerjasama dengan kita,†jelas anggota DPRD Provinsi DKI Jakarta ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: