Tim Bencana Katastropik Purba bentukan Kantor Staf Khusus Presiden bidang Bantuan Sosial dan Bencana (SKP BSB) yang meneliti situs megalitikum Gunung Padang di Cianjur, Jawa Barat, dicurigai hanya untuk mencari emas.
Benarkah demikian?
"Kalau mencari emas, sebenarnya emas ilmu pengetahuan," jawab peneliti utama Tim Bencana Katastropik Purba DR. Andang Bachtiar di Global TV (Minggu, 29/7).
"Isu tentang tim ini nyari emas dan harta karun sebenarnya, dari dulu orang, kalau di sekitar daerah situs itu mikirnya, pasti nyari seperti itu," sambungnya dalam acara Indonesia Bicara yang dipandu oleh Effendi Ghazali dan Anya Dwinov.
Mantan Ketua Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) memang tak menampik, secara geologi, di daerah itu memang kemungkinan ada emas.
"Jadi kalau di daerah itu, ya memang jalur emas. Makanya, saya juga berpikir kenapa juga orang pada waktu jaman dulu membangun di daerah itu, mungkin karena faktor resources," jelasnya.
Tapi, jauh lebih penting lagi, dibanding mencurigai mencari emas, baginya adalah mencari tahu kebudayaan dan teknologi tinggi yang pernah dimiliki Indonesia. "Ini saya kaitkan lagi secara geologi, yaitu tsunami, gempa bumi, gunung api, mungkin di Indoenisa yang paling sering (terjadi)," jelasnya.
Dia mengungkapkan, kalau Indonesia kemungkinan punya kebudayaan tinggi pada zaman dahulu. Tapi setiap ada tsunami, gunung api, dan gempa bumi, kebudayaan itu hilang. "200 ribu orang mati di Aceh (akibat tsunami). Kita berpikir jangan-jangan kita ini banyak terkubur kebudayaan tinggi yang dihancurkan oleh tsunamsi gunung api, dan gempa bumi yang luar biasa. Itu yang kita cari juga," jelasnya.
Itulah kenapa dia bertanya-tanya kenapa sejarah Indonesia dimulai sejak abad keempat. "Sebelum itu, pada waktu Isa lahir, atau sebelumnya pada masa Plato, ada apa di Indonesia. Tidak ada catatan apa pun juga," ungkapnya.
Padahal Indonesia dikenal sebagai negara yang gemah ripah loh jinawi. "Makanya (lewat penelitian Gunung Padang), kita ingin tahu kebudayaan zaman dulu yang dihancurkan oleh gunung api itu apa saja," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: