Tragedi pembantaian, pengusiran, penindasan, penyiksaan, pemerkosaan, perampasan, hingga penangkapan muslim Rohingya oleh tentara Myanmar merupakan tragedi kemanusiaan.
Demikian disampaikan Sekjen DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Fahman Habibi (Kamis, 26/7).
"Tragedi ini jangan sampai dimanfaatkan oleh pihak-pihak tertentu dan diarahkan kepada konflik antaragama atau dipicu menjadi isu agama. Tapi ini merupakan isu kemanusiaan yang mesti disikapai oleh pemerintah Indonesia," ungkapnya.
Menurutnya, penderitaan yang dialami oleh muslim Rohingya ini harus menjadi perhatian seluruh elemen yang ada di Indonesia. Apalagi Indonesia, yang dalam UUD 1945 sudah jelas, dituntut untuk ikut serta dalam melaksanakan ketertiban dunia berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.
"Berdasarkan amanah di atas, kita sebagai bangsa yang besar hendaknya ikut ambil bagian untuk menyelesaikan permasalahan ini. Apalagi Myanmar merupakan anggota ASEAN yang pernah dipimpin oleh Indonesia dalam hal ini presiden SBY," ungkapnya.
Selain mengutuk dan meminta pemerintah junta militer Myanmar segera menghentikan pebantaian tersebut, IMM juga mengusulkan kepada PP Muhammadiyah untuk menampung para pengungsi muslim Rohingya yang berjumlah lebih dari 300 orang yang tersebar di seluruh Indonesai terutama anak-anak.
"Pengungsi itu bisa ditampung di beberapa panti asuhan Muhammadiyah yang berjumlah 200 lebih dan (Muhammadiyah) memberikan beasiswa kepada anak-anak tersebut untuk bersekolah dan melanjutkan studi di lembaga pendidikan Muhammadiyah dan perguruan tinggi Muhammadiyah yang tersebar diseluruh penjuru tanah air," tegasnya.
"Kami juga mendesak pemerintah Republik Indonesia untuk segera memberikan suaka politik kepada para pengungsi yang sudah ada di Indonesia," demikian Fahman. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: