KRISIS KACANG KEDELAI

Menkop & UKM Beri Kesempatan Koperasi Impor Kedelai

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/dede-zaki-mubarok-1'>DEDE ZAKI MUBAROK</a>
LAPORAN: DEDE ZAKI MUBAROK
  • Kamis, 26 Juli 2012, 13:06 WIB
Menkop & UKM Beri Kesempatan Koperasi Impor Kedelai
Syarief Hasan/Ist
rmol news logo . Persediaan kacang kedelai di Indonesia saat ini hanya sebanyak 740 ribu ton. Sementara, kebutuhsn  produsen maupun perajin tempe tahu  2,5 juta ton kacang kedelai.

Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM), Syarief Hasan, usai buka bersama di SMP Yapsida Majelis Dzikir Nurusalam, Kota Bogor, Rabu (25/7).

“Pada Bulan Ramadan, tahu dan tempe merupakan menu favorit. Implikasinya, permintaan konsumen rumah tangga maupun pengusaha makanan pun tinggi. Padahal, pasokan kacang kedelai saat ini tidak memenuhi,” katanya.

Menyikapi aksi mogok produksi yang lakoni sebagian besar perajin tahu-tempe di setiap daerah, Syarief menyatakan, pemerintah sedang merumuskan solusinya. Dari rumusan yang sedang digodok, Kemenkop dan UKM akan memberikan dua kebijakan.

Yakni menghapus bea masuk impor kacang kedelai hingga lima persen, dan kedua, memberikan kesempatan bagi koperasi dan UKM untuk mengimpor kacang kedelai.

 â€œDi samping itu, kami akan mencoba rumusan yang lain,” cetusnya.

Meski dihimpit keadaan  sulit, Syarief  tetap yakin jika dua tahun ke depan Indonesia tetap bisa melangsungkan program swasembada kedelai.

Walaupun, dia belum tahu bagaimana rancangan kongkret realisasi program itu.

“Tahun 2014 dalam jangka panjang, pemerintah tetap percaya dapat melakukan swasembada kacang kedelai,” katanya.(dzk)

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA