Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop dan UKM), Syarief Hasan, usai buka bersama di SMP Yapsida Majelis Dzikir Nurusalam, Kota Bogor, Rabu (25/7).
“Pada Bulan Ramadan, tahu dan tempe merupakan menu favorit. Implikasinya, permintaan konsumen rumah tangga maupun pengusaha makanan pun tinggi. Padahal, pasokan kacang kedelai saat ini tidak memenuhi,†katanya.
Menyikapi aksi mogok produksi yang lakoni sebagian besar perajin tahu-tempe di setiap daerah, Syarief menyatakan, pemerintah sedang merumuskan solusinya. Dari rumusan yang sedang digodok, Kemenkop dan UKM akan memberikan dua kebijakan.
Yakni menghapus bea masuk impor kacang kedelai hingga lima persen, dan kedua, memberikan kesempatan bagi koperasi dan UKM untuk mengimpor kacang kedelai.
“Di samping itu, kami akan mencoba rumusan yang lain,†cetusnya.
Meski dihimpit keadaan sulit, Syarief tetap yakin jika dua tahun ke depan Indonesia tetap bisa melangsungkan program swasembada kedelai.
Walaupun, dia belum tahu bagaimana rancangan kongkret realisasi program itu.
“Tahun 2014 dalam jangka panjang, pemerintah tetap percaya dapat melakukan swasembada kacang kedelai,†katanya.
(dzk)
BERITA TERKAIT: