Ada banyak pertimbangan yang akan digunakan PKS sebelum memutuskan apa sikap politik pada putaran kedua pemilihan kepala daerah DKI Jakata 20 September mendatang.
Hal itu dikatakan cagub DKI Jakarta dari PKS, Hidayat Nur Wahid, kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Minggu, 22/7).
"Kita akan membuat keputusan, di satu pihak untuk kepentingan Jakarta, juga untuk kepentingan penguatan demokrasi dan juga kepentingan PKS, dan kepentingan konstituen PKS yang mayoritas beragama Islam," ujarnya.
Bagaimana bentuk keputusan, sambung Hidayat, opsinya bukan hanya ada dua, yaitu apakah mendukung Joko Widodo-Basuki T. Purnama atau Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, yang maju pada putaran kedua.
"Putaran kedua, (opsi ketiga) bisa saja diserahkan kepada kader untuk menggunakan hati nuraninya. Tetapi juga umat atau warga Jakarta harus mengambil tanggung jawab terhadap pilihan mereka," jelasnya.
Kemungkinan opsi ketiga ini diambil, karena PKS meyakini sudah melakukan yang terbaik pada putaran pertama, Rabu (11/7) lalu. "Bisa saja keputusannya alternaitif ketiga. (Karena) kita (sudah) melakukan tugas itu pada putaran pertama," ungkapnya.
Kapan keputusan itu akan diambil?
"Saya tidak bisa pastikan. Karena kan pada prinsipnya, pilgub juga kan masih sangat lama. Kan tanggal 20 September," jawabnya.
Karena itu, sangat mungkin, justru PKS memaksimalkan capaian hasil pada putaran pertama, yaitu terjadinya konsolidasi yang sangat bagus di internal partai. Terlebih saat ini memasuki Ramadhan, akan semakin dikuatkan dengan konsolidasi spritual, dan konsolidasi keummatan. "(Jadi) mungkin selama Ramadhan ini mereka tidak berpikir pilgub lagi," tandas Hidayat. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: