Partai Keadilan Sejahtera sampai saat ini belum memutuskan akan mendukung siapa pada putaran kedua nanti dalam pemilihan kepala daerah DKI Jakarta yang akan digelar 20 September mendatang.
"Belum ada (keputusan) yang baru," ujar cagub PKS Hidayat Nur Wahid kepada Rakyat Merdeka Online pagi ini (Minggu, 22/7).
Berdasarkan hasil rekapitulasi penghitungan suara yang digelar KPU DKI Jakarta, dua pasangan akan maju pada putaran kedua, yaitu Joko Widodo-Basuki T. Purnama dan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli. Putaran kedua digelar, karena tidak ada calon yang meraup suara 50 persen plus satu pada pemilihan putaran pertama Rabu (11/7) lalu.
Suara Joko-Basuki sebanyak 1.847.157 atau 42,60 persen dari suara sah. Sedangkan Fauzi-Nachrowi mendapat 1.476.648 suara atau 34.05 persen. Sedangkan Hidayat Nur Wahid-Didik J. Rachbini, menguntit di urutan ketiga dengan 508.113 suara atau 11,72 persen.
PKS, sambung Hidayat, akan melakukan survei, menanyakan kepada kader, simpatisan, serta pendukung, apa yang sesungguhnya terjadi waktu pilgub putaran pertama. "Kenapa kok hasilnya mengejutkan. Kita ingin tanyakan apa yang terjadi di lapangan dan kemudian, kemudian atas dasar itu apa yang harus kita sikapi," ujar mantan Presiden PKS ini.
Meski begitu, PKS dan Hidayat-Didik bersikap ksatria menghormati keputusan KPUD DKI Jakarta. "Saya mengucapkan selamat kepada Pak Jokowi yang telah memenangkan pada putaran pertama," demikian Hidayat. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: