Demikian disampaikan Dino Patti Djalal dalam buku terbarunya, 'Life's Story'. peluncuranya dilakukan hari ini yang diluncurkan hari ini (18/7) di di Hotel Grand hyatt Jakarta.
"Saya menemukan komunitas diaspora Indonesia di AS yang punya gelar sarjana, master dan Phd itu mencapai 47 persen (dari total WNI di AS)," urainya dalam sambutan.
Duta besar lulusan London School ini kemudian menyatakan, mungkin selama ini pendekatan masyarakat hanya melihat dari aspek yang kaku. Hanya yang memiliki paspor Indonesia yang warga negara Indonesia. Padahal orang Indonesia yang sudah menjadi WNA juga masih tetap memelihara rasa nasionalismenya.
"Makanya, pas kita adakan kongres diaspora Indonesia di AS banyak yang menangis. Kata mereka, '
Why it took so long?' Kita sudah harapkan ini dari dulu. Kita kangen indonesia," katanya mengutip kata-kata para WNI dan WNA di AS.
Dino kemudian menyatakan bahwa komunitas indonesia dimana-mana sama. Yaitu, dimanapun mereka berada, kaitan batin ke Indonesia tetap kuat.
"Komunitas ini jumlahnya jauh lebih besar dari yang kita lihat. Selama ini yang kita tahu hanya sedikit, padahal ternyata komunitas diaspora Indoneaia lebih besar daripada diaspora Vietnam dan Korea," tambahnya lagi.
Dino juga menyatakan keprihatinannya atas pemberitaan media yang selama ini hanya fokus kepada permasalahan WNI diluar negeri.
"Kenapa buku ini terbit? Karena kalau kita baca di media, orang Indonesia isinya masalah terus. Padahal masih banyak yang lain yang penuh ide, skill, pengetahuan dan
networking," lanjutnya.
[arp]
BERITA TERKAIT: