Golkar Harus Introspeksi Sebelum Ajukan Aburizal Bakrie di 2014

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 13 Juli 2012, 21:26 WIB
Golkar Harus Introspeksi Sebelum Ajukan Aburizal Bakrie di 2014
aburizal bakrie
rmol news logo Kekalahan pasangan Alex Noerdin-Nono Sampono merupakan pukulan telak buat Partai Golkar. Berdasarkan hitung cepat, pasangan tersebut mendapat suara 4,37 (Lingkaran Survei Indonesia) dan 4,74 persen suara (Lembaga Survei Indonesia).

Dengan hasil ini Golkar perlu hati-hati mengajukan calon presiden 2014 agar tidak mengalami nasib yang sama seperti hasil Pilkada DKI Jakarta.

Demikian disampaikan mantan Direktur Blora Center, tim relawan SBY pada Pilpres 2004 dan 2009, HM. Jusuf Rizal menjawab pertanyaan tentang jebloknya suara Alex-Nano yang jauh dari perkiraan (Jumat, 13/7).

Menurutnya, perolehan suara Alex-Nano sangat mengecewakan sebab dengan diturunkannya Alex dalam Pilkada DKI Jakarta diharapkan akan mampu mendongkrak suara Partai Golkar di DKI Jakarta. Yang terjadi justru anti klimaks, perolehan suara Alex-Nono terperosok ke urutan kelima di bawah pasangan independen Faisal Basri-Biem Benyamin.

Fakta ini harus bisa menjadi bahan introspeksi bagi pengurus pusat Partai Golkar jika ingin mendorong Aburizal Bakrie sebagai capres tahun 2014. Karena para pemilih semakin cerdas dan kritis lebih-lebih didaerah perkotaan seperti Jakarta. Kekalahan telak pasangan Alex-Nano tentu juga akan menimbulkan citra negatif.

"Ini terjadi karena Golkar terlalu 'pede', namun mesin politik dibawah tidak berjalan bagus. Program yang dikemas tim sukses tidak menarik atensi masyarakat," tegas Jusuf Rizal yang juga Ketum Federasi LSM Indonesia (FELSMI). [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA