Kubu pasangan calon gubernur DKI Jakarta Faisal Basri-Biem Benyamin tak berkecil hati meski hanya memperoleh suara berkisar 5 persen dan berada di urutan keempat berdasarkan hitung cepat beberapa lembaga survei.
Tapi yang perlu dicatat, pasangan calon independen ini, telah berhasil memberikan pendidikan politik bagi warga Jakarta.
"Bagaimanapun calon independen Faisal-Biem telah menorehkan sejarah melakukan upaya pembaruan dalam politik melawan oligarkhi politik dan korupsi," jelasnya.
"Motivasi, strategi dan
orientasi cerdas yang dilakukan akan dicatat publik sebagai gagasan brilian mewujudkan cita-cita perbaikan Jakarta. FB (Faisal-Biem) dan tim telah berjuang dan memberi makna kontestasi dalam pemilu," sambungnya.
Dia menjelaskan, ketika Faisal-Biem muncul sebagai calon independen itu sudah menjadi satu keberhasilan. Kemunculan pasangan ini membuat pilar demokrasi, yaitu partai politik gamang.
"Dan ketika Faisal-Biem muncul, seluruh partai politik tidak mendahulukan berapa besar mereka mendapat dari kandidat, tetapi partai mencari kandidat terbaik untuk dijagokan," ungkap Jusuf.
"Disitu sudah mejadi keberhasilan dalam sebuah pendidikan politik," tekannya.
Kedua, pasangan ekonom dan tokoh Betawi itu juga memberikan pendidikan politik dalam hal anti politik uang kepada masyarakat. Karena pasangan ini berhasil memberikan kesadaran politik kepada warga Ibukota.
"Kita bisa buktikan rakyat berdaulat. Kita memberikan pendidikan yang benar kepada rakyat. Rakyat berduyun-duyun (memilih Faisal-Biem) tanpa adanya biaya sepeser pun. Mereka adalah relawan yang militan dan sampai saksi tidak ada bayaran. Mereka datang jadi saksi karena kesadaran," tandasnya. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: