Demikian disampaikan Menteri Koperasi dan UKM Syarief Hasan pada Hari Koperasi ke-65 Propinsi Jawa Timur tahun 2012, di Alun Alun Jombang, Minggu (8/7).
“Saat ini jumlah koperasi secara nasional terus meningkat menjadi 192.344 unit, dan akhir Desember mendatang diperkirakan mencapai 200.000 unit lebih. Di antaranya Jawa Timur merupakan kontributor terbesar dengan jumlah 29.1500 koperasi,†tuturnya.
Berdasarkan data Dinas Koperasi Jatim, Kata Syarief, jumlah koperasi di Jatim meningkat 25 persen dari tahun 2010. Sedangkan jumlah anggota koperasi meningkat 34 persen, lalu Sisa Hasil Usaha (SHU) meningkat rata-rata18 persen.
Menurut Menkop, sebagai pelaku bisnis, koperasi harus diupayakan sejajar dengan entitas bisnis lainnya, maka kelembagaan perkoperasian perlu direvitalisasi.
Kata dia, program revitalisasi koperasi harus dimulai dari jajaran SDM kepengurusannya yakni dengan memilih kalangan profesional muda yang telah beradaptasi dengan perkembangan manajemen guna menjadi pimpinan koperasi.
“SDM hasil revitalisasi merupakan tulang punggung koperasi agar memiliki daya saing kuat terhadap pelaku bisnis lainnya (swasta maupun BUMN), maka pengurus tua perlu memberikan tongkat estafet kepada generasi muda. Selayaknya ketua koperasi memegang posisi tersebut hanya sebanyak 2 kali,â€katanya
Lanjut Syarief, telah banyak koperasi di Indonesia yang mandiri dan menjadi pemain bisnis yang andal, maka salah satu koperasi dalam negeri tahun ini diupayakan bisa masuk jajaran 300 koperasi besar dunia.
“ Jatim merupakan provinsi yang menjadi barometer koperasi dan UMKM di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan keberhasilan Jatim memperoleh penghargaan sebagai Penggerak Koperasi diIndonesia. Saya tidak heran jika koperasi di Jatim adalah yang terbaik."
[dzk]
BERITA TERKAIT: