"Mengajukan dan diajukan sebagai seorang Capres atau Cawapres adalah sepenuhnya hak politik setiap warganegara, termasuk Pak JK. Tapi buat saya, pinangan itu terkesan lebay," tulis Hikam dalam akun jejaring sosial miliknya (Kamis, 5/7).
Senioritas, posisi, dan pengalaman Jusuf Kalla, katanya, masih unggul dibandingkan Prabowo. Selain politisi senior dan mantan wakil presiden, dia adalah mantan ketua umum serta pernah menjadi calon presiden dari partai besar, Golkar.
"Setidaknya, Gerindra harus menghargai senioritas, posisi, dan pengalaman beliau (JK) itu," tulis Hikam lagi.
Prabowo sudah mengatakan siap merangkul Jusuf Kalla. Sementara Jusuf Kalla belum mau menanggapinya. Alasannya, pilpres masih lama.
"Kalau saya mengeluarkan tanggapan (saat ini), berarti saya tenggelam dalam waktu," tegas JK singkat.
Hasil jajak pendapat dari lembaga survei Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) pada Juni lalu menyebut pasangan Prabowo-JK menempati posisi pertama dengan elektabiltas 14,6 persen. Di posisi kedua, ada Megawati Soekarnoputri dan JK dengan perolehan elektabiltas 13,4 persen. Baru kemudian diikuti pasangan Prabowo-Mahfud MD sebesar Rp 12,4 persen.
[dem]
BERITA TERKAIT: