"Hal ini menandakan ada pihak-pihak yang galau dengan semakin tingginya akseptabilitas warga terhadap kami," kata Hidayat di Jakarta (Senin, 2/7).
Pasangan Didik J Rachbini ini sangat menyesalkan aksi vandalisme yang terjadi. Sebab menurutnya, demokrasi di DKI Jakarta bisa dilakukan dengan cara-cara yang elegan.
"Ini akan menjadi ukuran kualitas demokrasi di Indonesia," sesal Hidayat.
Hidayat juga menyesalkan kampanye hitam yang tidak senang dengan dirinya dengan menyebut-nyebut anti Maulid dan tuduhan antikeberagaman.
Ditegaskan Hidayat, dirinya selama ini rajin memberi ceramah dan banyak memiliki kolega non muslim.
"Waktu saya menjadi ketua MPR, anggota saya ada yang non muslim. Semua agama pernah menjadi anggota saya, semua suku pernah menjadi anggota saya. Partai politik yang sekuler pernah menjadi anggota saya dan tidak pernah ada masalah," jelas bekas ketua MPR itu.
[dem]
BERITA TERKAIT: