â€Pendidikan dan pelatihan adalah satu satu sarana yang diperlukan masyarakat menjadi wirausaha,†ujar Menteri Koperasi dan UKM, Syarief Hasan pada peresmian pendidikan dan pelatihan terpadu kepada ratusan generasi muda serta pelaku koperasi dan usaha mikro, kecil dan menengah (KUMKM) di Gedung SME Tower (Jumat, 29/6).
Menurut dia, kegiatan yang diselenggarakan Kementerian Koperasi dan UKM melalui Deputi Bidang Pengembangan SDM, secara khusus diharapkan bisa memenuhi kapasitas calon wirausaha muda terpilih menangkap berbagai peluang usaha.
Generasi muda Indonesia, katanya, merupakan harapan paling prioritas untuk menjadi penerus melanjutkan pemerintahan saat ini. Karena beban tangungjawab sangat besar, maka langkah pertama yang dilakukan pemerintah menempa mereka menjadi wirausahawan tangguh.
Untuk meraih keberhasilan tersebut, salah satu sisi paling penting yang harus diperbaiki pada generasi muda adalah merubah mindset atau pola pikir. Selain itu wirausahawan juga harus bisa menjaga sikapnya selaku wirausaha sejati.
Jika dalam perjalanan dihadapi tantangan, Syarief Hasan mengatakan hambatan memang harus tidak bisa dihindari. “Namun, arus dipahami, kegagalan merupakan jalan menuju keberhasilan, dan tanpa kegagalan setiap orang tidak akan tahu kelemahan dan kesalahannya.â€
Menteri Koperasi dan UKM optimistis, calon wirausaha sebagai kelompok masyarakat enerjik serta berani mengambil resiko kegagalan, akan semakin tangguh melalui pendidikan dan pelatihan yang dilaksanakan instansinya secara terpadu.
Deputi Bidang Pengembangan SDM Kementerian Koperasi dan UKM, Prakoso Budi Susetio, menambahkan, pelatihan kewirausahaan sebenarnya sudah dilaksanakan melalui berbagai segmen di berbagai daerah.
â€Pada kegiatan tiga hari ini kami hanya memberikan stimulan kepada calon wirausaha agar lebih percaya diri. Selain itu menginginkan agar mereka memiliki wawasan yang lebih luas untuk bisa bermain di pasar global sebagai kebutuhan dasar wirausaha,†tukasnya.
Adapun jenis pelatihan yang diberikan kepada 800 peserta calon wirausaha tersebut terdiri dari pemahaman perkoperasian, pelatihan kewirausahaan terhadap mantan tenaga kerja, peningkatan kapasitas UMKM pelaku ekspor hingga implementasi teknis terhadap kelompok masyarakat usaha.
[arp]
BERITA TERKAIT: