Kehadiran politisi Partai Demokrat Gede Pasek Suardika dan Saan Mustafa ke gedung KPK untuk memberikan dukungan moral kepada Sang Ketua Umum, Anas Urbaningrum yang menjalani pemeriksaan kemarin dinilai tidak tepat.
Karena Pasek dan Saan, yang masing-masing Ketua Komisi III DPR dan anggota Komisi III DPR lebih mengutamakan kepentingan partai dibandingkan kepentingan negara dan bangsa. Apalagi kemarin pada saat yang sama, Komisi III DPR menggelar rapat bersama Menteri Hukum dan HAM Amir Syamsuddin membahas masalah anggaran.
"Ini sangat tidak tepat, tidak pantas. Mestinya (Saan dan Pasek) dipanggil oleh BK (Badan Kehormatan DPR). Tapi itu terserah BK," ujar Direktur Lingkar Madani Indonesia Ray Rangkuti di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, (28/6).
Sambung Ray, untuk panggilan terhadap Pasek dan Saan, BK DPR tidak perlu menunggu laporan dari siapapun. Karena hal ini sudah umum diketahui publik. "Fungsi BK itu apa? Kalau mau menunggu laporan, itu harus tidak diketahui, seperti anggota DPR berjudi dan sebagainya," ungkap aktivis '98 ini. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: