Saan dan Gede Pasek Dituding Pentingkan Partai Ketimbang Negara, Ramadhan Ogah Komentar

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ruslan-tambak-1'>RUSLAN TAMBAK</a>
LAPORAN: RUSLAN TAMBAK
  • Kamis, 28 Juni 2012, 15:06 WIB
Saan dan Gede Pasek Dituding Pentingkan Partai Ketimbang Negara, Ramadhan Ogah Komentar
demokrat/ist
RMOL. Partai Demokrat meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak membuta kader Demokrat menjadi lahan opini dan wacana politik.

"Ini (KPK) adalah lembaga hukum, kalau terdakwa, katakan. Kalau tidak, katakan tidak," jelas Wakil Sekjen Partai Demokrat, Ramadhan Pohan kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (28/6).

Soal pemanggilan Ketua Umum PD, Anas Urbaningrum kemarin, Wakil Komisi I secara tegas mendukung. "Semua kader mendukung, dimana tempatnya sudah tepat di KPK," ungkapnya

Terkait pendampingan Anas kemarin oleh para Petinggi partai, seperti, Gede Pasek, Saan Mustofa dan Andi Nurpati, mantan anggota komisi II ini mengatakan, hanya suatu solidaritas dan spontanitas kader.

"Itu tidak ada intervensi, cuma mengantarkan saja, saya sendiri kemarin tidak bisa, karena ada agenda lain," ungkapnya.

Soal Gede Pasek dan Saan Mostofa yang mementingkan mendampingi Anas ketimbang rapat dengan KemenkumHam, sehingga memunculkan opini keduanya lebih mementingkan partai ketimbang tugas negara, Ramadhan ogah berkomentar.

"Tanya sama Pak Pasek dan Pak Saan, saya tidak tahu," jawabnya. [arp]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA