"Sikap yang terlalu bersemangat membela diri dan apologi, bukan hanya akan menimbulkan sinisme publik, bahkan akan melahirkan apatisme dan kecaman-kecaman keras, yang justru akan kontraproduktif," ujar Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari, kepada
Rakyat Merdeka Online beberapa saat lalu, Rabu, (20/6)
Sambung politisi Golkar ini, pemerintah perlu bersikap apa adanya, lugas, dan terbuka sehingga rakyat akan memberikan dukungan dan partisipasinya untuk bersama-sama memperbaiki keadaan.
Dukungan dan partisipasi publik penting sekali mengingat tiga indikator menyusun FSI (Failed States Index) 2012 itu sangat terkait dengan perilaku sosial budaya masyarakat, yaitu tekanan demografis, protes kelompok-kelompok minoritas di masyarakat, dan penegakan hak asasi manusia.
"Pemerintah beberkan saja semua permasalahan yang menyangkut ketiga indikator tersebut, dan ke depan apa yang harus dilakukan oleh pemerintah dan apa yang harus dilakukan masyarakat," urai dia.
"Di era keterbukaan seperti sekarang ini seyogyanya semua permasalahan juga harus dibuka saja agar masyarakat sadar sehingga permasalahan dapat dipecahkan bersama secara partisipatif," lanjut tokoh Muhammadiyah itu.
[ald]