Menteri Koordinator Perekonomian, Hatta Rajasa mengakui ada resiko yang harus ditanggung pemerintah jika tidak menaikan harga bahan bakar minyak (BBM). Pasalnya saat ini harga minyak Indonesia (ICP) masih terus meningkat."Anda mengatakan risiko jebol, makanya kita faham ada risiko tersebut. Makanya kita mengajukan kenaikan BBM Rp1500 (per liter) itu," ujar Hatta di Rumah PAN, Jakarta Selatan, Sabtu (31/3).
Namun Hatta mengaku tidak bisa berbuat apa-apa. Karena pembahasan dan keputusan apakah harga BBM naik merupakan kewenangan DPR. Dan itu sudah dimentahkan dalam Sidang Paripurna DPR-RI.
"Tapi kan sebagian berpendapat tidak begitu. Kita syukuri saja. Tidak udah dipolemikkan lagi, tidak pelu diperdebatkan lagi tidak usah ada pro-kontra terus," ujar Hatta.
Pemerintah, menurut Hatta hanya bisa berusaha untuk menjalankan apa yang telah menjadi amanat parlemen tersebut. Namun, Hatta menggarisbawahi bahwa pemerintah akan mengatur resiko apapun dengan keputusan DPR itu.
"Posturnya sesuai dengan apa yang diajukan. Asumsi-asumsinya sesuai dengan apa yang diajukan dalam RAPBN-P harus memanage resiko fiskal ini dengan baik," demikian Hatta. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: