"Yang saya lihat teman saya tertembak peluru karet di pungung sebelah kanan. Itu ada bolongnya. Satu mahasiswa lain tertembak di dada kiri. Satpam kita kena di paha sebelah kanan," terang Meli seorang mahasiswi UPI YAI sesaat lalu (Kamis, 29/3).
Meli mengatakan, rekannya yang tertembak di paha bernama Lumer. Sementara Meli tak tahu nama mahasiswa yang tertembak di bagian dada kiri. Tapi yang pasti, kata Meli, mahasiswa tersebut berasal dari Fakultas Psikologi UPI YAI.
"Sampai sekarang belum dapat perawatan medis. Satpam malah terjebak di dalam mobil karena tadi mau di bawa ke rumah sakit, tapi polisi terus mengeluarkan tembakan. Sampai sekarang masih terjebak," tutur Meli.
"Rekan saya sih tahan sakitnya," sambung dia.
Meli juga mengatakan, aksi menolak kenaikan harga BBM yang dilakukan mahasiswa gabungan UPI YAI dan Universitas Kristen Indonesia (UKI) di Jalan Diponegoro berlangsung damai. Mahasiswa sempat membakar ban dan kondisi cukup kondusif. Setelah aksi selesai dan mahasiswa masuk ke dalam kampus, tiba-tiba di luar terdengar suara tembakan dari arah aparat kepolisian.
"Setelah ke dalam (kampus) baru
chaos. Kita dapat kabar di luar ada tembakan, mereka (polisi) nyerang," kata Meli.
Sampai berita ini diturunkan, menurut Meli, setidaknya ada 500 mahasiswa yang terjebak di dalam kampus UPI YAI.
"Teman-teman masih di dalam gedung. Tapi dari luar masih ada tembakan. Di luar ada lima truk (polisi)," demikian Meli.
BERITA TERKAIT: