"Ini malah memberi ruang besar untuk berjudi dengan isu ini, bertaruh kepentingan, tarik ulur, kompromi, dagang sapi dan lain sebagainya," kata pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI), Boni Hargens, kepada
Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 29/3).
Keinginan Golkar agar voting dilakukan tertutup disampaikan fungsionaris yang juga wakil ketua DPR RI, Priyo Budi Santoso. Ia beralasan kalau dilakukan secara terbuka nanti akan menjadi sorotan media.
Ditegaskan Boni, kebijakan penaikan harga BBM bukan soal kegenitan politik, tapi soal nasib rakyat. Tak bagus dan tak tepat kalau sikap DPR terhadap masalah tersebut divoting dengan tertutup. Rakyat perlu tahu sikap wakilnya di DPR.
"Maka komitmen partai politik harus jelas," imbuh dia.
[dem]
BERITA TERKAIT: