PDI Perjuangan dan Partai Gerindra sebaiknya berpikir ulang bila akan menyandingkan Basuki Tjahaja Purnama sebagai calon wakil gubernur mendampingi Joko Widodo pada pemilihan Gubernur DKI Jakarta.
"Kan dia partainya pindah-pindah. Terus (dia) minoritas," ujar pengamat politik Syahganda Nainggolan kepada Rakyat Merdeka Online (Senin, 19/3).
Mantan Bupati Belitong Timur yang akrab siapa Ahok itu saat ini adalah anggota Komisi II DPR dari Fraksi Golkar. Sebelumnya, pada tahun 2004, dia menjadi anggota DPRD Kabupaten Belitung Timur periode 2004-2009 dari Partai Perhimpunan Indonesia Baru (PPIB).
Menurut Syahganda, pemilih, meski masyarakat Jakarta, tetap menjadikan isu kesukuan, terutama keagamaan menjadi alasan memilih calon. "Penting juga. Namanya juga manusia," jelasnya. Ahok yang merupakan etnis Thionghoa ini beragama Kristen Protestan.
Karena itu menurut Syahganda, lebih baik Jokowi disandingkan dengan Wakil Ketua Umum Gerindra, Fadli Zon. "Kesannya serius, anak muda, Islam, dan lain-lain," ujar Syahganda mengenai kelebihan Fadli.
Cyrus Network pada Maret 2011 lalu merilis survei, bahwa 70,5 persen pemilih Jakarta melihat penting melihat latar belakang agama cagub dan cawagub. Hanya 28,0 persen yang menganggapnya tidak penting. Sedangkan 1,5 persen mengaku tidak tahu. [zul]
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: