Akhirnya, aksesori glamour yang adalah produk impor seluruhnya diganti tergesa-gesa. Hasilnya, penghematan dari Rp 20 miliar lebih menjadi hanya sekitar Rp 14 miliar. Dengan demikian, tuduhan pelanggaran kode etik DPR yang menyakiti hati rakyat yang mayoritas di bawah garis kemiskinan tinggal menyisakan pengalaman pahit.
Namun hingga saat ini, ruang rapat belasan miliar rupiah itu ternyata belum sama sekali digunakan untuk tugas-tugas badan anggaran. Hingga hari ini, ruang rapat yang bersebelahan langsung dengan ruang rapat Komisi Hukum itu masih tertutup rapat.
Wakil Ketua DPR, Pramono Anung, berharap, ruangan itu harus segera difungsikan.
"Ruangan itu harus segera dipakai kalau sudah ada rekomendasi dari BK, dicek dulu ke BK," kata Pramono Anung, di Nusantara III, Senayan, Rabu, (14/3).
Dia meminta, karena ruangan itu sudah amat banyak menelan energi, polemik dan biaya apalagi sempat mengalami pergantian furnitur berkal-kali, sebaiknya tidak menjadi mubazir.
"Kan sayang, ruangannya sudah mahal-mahal, apalagi furniturnya kemarin sempat diganti-ganti, dan sempat ribut kemarin," ucapnya.
[ald]
BERITA TERKAIT: