"Kami menolak kebijakan ini, sudah seminggu PMII menolak ini di daerah-daerah, dan ini akan berlanjut," kata Hairuddin Ketua PMII Bidang Perguruan Tinggi kepada
Rakyat Merdeka Online di sekretariat PB PMII Jalan Salemba Tengah, Jakarta Pusat, Minggu (11/3).
Hairuddin kemudian mendesak rezim SBY-Boediono untuk mencari solusi kongkrit atas defisit APBN.
"Kalau tidak, kita akan tuntut Rezim SBY-Boediono turun. 3.000 mahasiswa dan tani akan turun (aksi). Jangan selalu rakyat yang jadi korban. Kalau pemerintah tetap diam dan tidak melakukan itu, kita akan menduduki Istana," tegasnya.
Hairuddin pun mengusulkan, agar pemerintah, mengefesiensikan perminyakan dari hulu ke hilir yang diyakininya banyak kebocoran, meningkatkan pajak, dan tanggap para mafia perminyakan, serta penyederhanaan anggaran pemerintah.
[arp]
BERITA TERKAIT: